Apa Saja Manfaat Vitamin B Complex Bagi Kesehatan?

Vitamin B complex terdiri dari 8 jenis vitamin berbeda. Semua vitamin B memainkan peran penting dalam mengubah makanan menjadi energi di dalam tubuh. Setiap vitamin memiliki peran unik dalam menjaga kesehatan tubuh seseorang. Suplemen vitamin B complex mengandung semua vitamin B esensial dalam 1 pil. Beberapa dari suplemen tersebut bahkan mengandung 100 persen vitamin B dari asupan harian yang direkomendasikan (RDA). Banyak orang mendapatkan kebutuhan vitamin B mereka dari diet sehat dan beragam. Namun, Anda juga bisa mendapatkan vitamin B complex dari produk suplemen.

Vitamin B complex

Apabila sebuah produk mengandung vitamin B complex, produk tersebut harus memiliki vitamin-vitamin berikut ini, seperti:

  • Vitamin B1 (thiamine), yang penting untuk pertumbuhan dan fungsi organ, termasuk otak dan jantung
  • Vitamin B2 (riboflavin), yang dibutuhkan tubuh untuk memecah lemak dan obat
  • Vitamin B3 (niacin), yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, saraf, dan pencernaan. Dokter terkadang meresepkan niacin dalam dosis tinggi untuk membantu menurunkan level kolesterol ke kadar yang sehat
  • Vitamin B5 (asam pantothenic), penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf
  • Vitamin B6 (pyridoxine), yang membantu tubuh membuat sel darah merah baru, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Vitamin B6 juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat
  • Vitamin B7 (biotin), yang penting untuk kesehatan rambut, kuku, dan fungsi saraf
  • Vitamin B9 (asam folat), tubuh menggunakan folat untuk membuat DNA dan material genetik. Pada saat hamil, asam folat dapat mengurangi risiko cacat lahir tertentu
  • Vitamin B12 (cobalamin), yang dibutuhkan saraf tubuh dan sel-sel darah. B12 juga dapat mencegah pernicious anemia

Manfaat

Suplemen vitamin B complex dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan. Jika seseorang memiliki gangguan kesehatan seperti migraine dan depresi, mereka bisa mendapatkan manfaat suplemen vitamin B complex.

  • Gangguan migraine

Beberapa penelitian menyatakan bahwa vitamin B tertentu dapat membantu mencegah migraine, khusunya vitamin B6, B9, dan B12. Peneliti juga menyatakan bahwa B12 dapat membantu mencegah migraine dengan memengaruhi disfungsi mitochondrial yang terjadi pada level sel. Vitamin tersebut dapat ditoleransi dengan baik dan efektif dalam mengurangi frekuensi migraine pada orang dewasa, meskipun penelitian lanjutan dibutuhkan.

  • Depresi dan kecemasan

Studi tahun 2018 menyatakan bahwa level vitamin B12 memainkan peran dalam perkembangan dan presentasi depresi dan kecemasan. Studi tersebut melaporkan bahwa peserta yang memiliki depresi atau kecemasan memiliki level B12 yang rendah dibandingkan dengan peserta pada grup kontrol. Selain itu, studi skala kecil di India juga menyatakan bahwa defisiensi B9 dan B12 memainkan peran dalam kasus depresi dan kecemasan.

  • Luka kulit

Vitamin B dapat membantu menyembuhkan kulit. Sebuah studi menemukan bahwa, ketika dioleskan ke kulit, vitamin tersebut dapat membantu menyembuhkan kulit dengan lebih efektif. Studi lain juga menemukan bahwa B12 dapat mempercepat pemulihan luka pada tikus yang menderita diabetes.

  • Sariawan

Vitamin B12 dapat bermanfaat dalam membantu merawat sariawan, juga dikenal dengan istilah oral ulcer. Sebuah studi menemukan bahwa salep B12 dapat mengatasi nyeri lebih baik daripada placebo.

Ada baiknya Anda mendapatkan asupan vitamin B complex dari memakan makanan sehat dan bervariasi. Jiga tidak memungkinkan, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin B complex yang banyak ditemukan di apotek.  Suplemen vitamin B complex umumnya aman dikonsumsi apabila mengikuti petunjuk label yang ada.

Benarkah Muesli Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes?

Muesli merupakan makanan sereal sehat kekinian yang mirip dengan granola dan oat. Perbedaannya terdapat pada jenis dan komposisi bahan-bahan yang digunakan. Muesli memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap serta mampu membantu mengatasi diabetes karena kadar gulanya yang rendah. Berikut ini merupakan serba-serbi muesli dan hubungannya dengan penyakit diabetes. 

Komposisi dan kandungan gizi muesli

Muesli versi modern biasanya terbuat dari gandum mentah atau rolled oat dalam jumlah kecil, biji-bijian, kacang-kacangan, serta buah kering. Buah kering yang digunakan sebagai campuran bisa berupa kurma, apricot, cherry, atau cranberry. Komposisinya tak selalu demikian, Anda bisa memodifikasi muesli dengan mengganti gandum mentah menjadi millet atau quinoa

Pada dasarnya, muesli merupakan makanan yang terdiri dari gandum mentah yang bisa dicampur dengan bahan-bahan makanan sarapan lainnya. Tak hanya untuk sarapan, muesli juga cocok dikonsumsi saat makan siang. 

Agar lebih lezat, orang-orang bisa menambahkan sedikit jus lemon atau parutan apel untuk menambahkan rasa asam. Pilihan lainnya, Anda juga dapat merendam campuran muesli ke dalam susu selama semalaman kemudian siap dikonsumsi pagi harinya tanpa dimasak terlebih dahulu. Berikut ini merupakan kandungan gizi yang terdapat di setiap komponen bahan muesli:

  • Gandum utuh- mengandung karbohidrat kompleks, vitamin B kompleks, zat besi, dan serat larut
  • Buah kering- kaya akan antioksidan, vitamin A, dan vitamin C
  • Buah segar- memberikan rasa manis alami tanpa tambahan gula
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian- mengandung protein, omega 3, antioksidan, vitamin
  • Tanpa diolah atau mentah- memberikan rasa alami setiap bahan pangan

Kandungan gizi yang lengkap tersebut, membuat muesli dijadikan makanan pilihan bagi mereka yang ingin melakukan diet, termasuk penderita diabetes. 

Muesli dan diabetes

Berbeda dengan granola atau sereal sarapan lainnya, muesli tidak mengandung minyak atau pemanis sehingga cocok untuk penderita diabetes. Meskipun, pada akhirnya muesli akan terasa lebih hambar. Namun, Anda jangan khawatir sebab penambahan buah-buahan selain berfungsi untuk melengkapi kandungan gizi, juga menambah cita rasa manis pada semangkok muesli.

Sebuah studi yang dilakukan ke beberapa perempuan paruh baya di Australia menunjukkan bahwa muesli memiliki hubungan yang siginifikan dengan penurunan risiko diabetes. Studi lain membuktikan, muesli mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Karbohidrat kompleks akan dilepaskan secara perlahan menjadi gula dalam darah sehingga kadar gula dapat terjaga. 

Pada modifikasi muesli, sering ditambahkan kurma sebagai buah kering. Rasanya yang manis terkadang membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah tambahan kurma diperbolehkan atau tidak untuk penderita diabetes. Faktanya, kurma diserap di saluran pencernaan secara lambat karena kandungan terdapat serat di dalamnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan, kurma masih tergolong aman bagi penderita diabetes. 

Hindari pemakaian gula

Sebaiknya hindari penambahan gula maupun krim kental manis ke dalam mangkok muesli Anda. Gula merupakan bahan pangan yang paling dihindari penderita diabetes. Sedangkan krim kental manis yang awalnya disebut sebagai susu kental manis, dalam 2 sendoknya mengandung 15 gram gula. Tak heran jika konsumsi krim kental manis sangat berisiko untuk pasien diabetes. 

Penambahan jus buah kemasan juga berdampak tidak baik bagi penderita diabetes sebab gula yang terkandung di dalamnya cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan substitusi jus buah kemasan dengan jeruk segar atau apel. Jika muesli direndam menggunakan susu selama semalaman, pastikan juga susu yang Anda gunakan diklaim sebagai produk bebas gula.

Penderita diabetes memang harus sangat berhati-hati dalam memilih makanan sehingga direkomendasikan untuk melakukan diet. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi tentang makanan apa saja yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi penderita diabetes. 

Pusing di Alis Bawah, Bagaimana Membedakan Migrain dengan Sakit Kepala Cluster?

Sakit kepala di sekitar alis dan pelipis dapat sangat mengganggu aktivitas. Ada banyak penyebab pusing di alis, diantaranya adalah migrain dan sakit kepala cluster.

Migrain dan sakit tepala cluster memiliki gejala yang hampir mirip yaitu pusing di alis dan sekitar dahi. Bila diperhatikan dengan seksama, keduanya memiliki perbedaan yang cukup terlihat jelas. 

Penyebab migrain dan sakit kepala cluster

Migrain dikaitkan dengan hormon, riwayat keturunan (genetika), atau faktor lingkungan. Namun hingga saat ini para peneliti belum mengetahui secara jelas penyebab penyakit cluster.  

Sakit kepala cluster dipercaya terkait dengan saraf di wajah yang menyebabkan tekanan pada area mata. Namun, konsumsi alkohol dapat memicu sakit kepala cluster maupun migrain. 

Hal-hal yang bisa memicu migrain antara lain:

  • Konsumsi alkohol
  • Zat aditif pada makanan
  • Efek samping konsumsi suplemen dan obat-obatan
  • Bersantai setelah situasi stres
  • Perubahan hormon
  • Aktivitas fisik yang intens
  • Rangsangan sensorik atau cahaya

Perbedaan sakit kepala migrain dan sakit kepala cluster

Migrain ditandai dengan rasa sakit parah dan berdenyut. Serangan migrain bisa diprediksi oleh penderitanya karena biasanya didahului oleh  gangguang penglihatan, seperti lampu berkedip, munculnya garis zig zag, atau kehilangan penglihatan sementara.

Selain merasakan pusing di alis bagian bawah, migrain juga disertai dengan:

  • Mual 
  • Muntah
  • Sensitivitas cahaya

Serangan migrain bisa berlangsung dari 2 hingga 72 jam. 

Sedangkan sakit kepala cluster adalah sakit kepala parah yang terjadi dengan tiba-tiba, dan memiliki durasi yang lebih pendek namun kambuh selama beberapa bulan. 

Orang yang menderita sakit kepala cluster cenderung mengalami kondisi ini pada musim yang sama setiap tahun, sehingga sering disalah artikan sebagai alergi musiman.

Adapun gejala sakit kepala cluster antara lain:

  • Nyeri hebat di satu sisi kepala
  • Mata dan hidung berair
  • Gelisah
  • Dapat menyebabkan Anda terbangun di tengah malam

Penyebab lain pusing di alis dan pelipis

Selain migrain dan sakit kepala cluster, berikut ini beberapa penyebab rasa pusing di alis dan area pelipis:

  1. Sakit kepala tegang

Disebabkan oleh stres dan merupakan sakit kepala yang umum terjadi. Sakit kepala jenis ini tidak dipengaruhi oleh aktivitas fisik.

  1. Glaukoma

Glaukoma merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan cairan di mata. Penumpukan ini menyebabkan tekanan yang memicu kerusakan saraf optik. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan pada lansia di atas 60 tahun ke atas. 

Selain pusing di alis, glaukoma juga ditandai dengan mual, muntah, sakit mata yang parah, dan seperti melihat lingkaran cahaya di dalam mata.

  1. Peradangan pada lapisan arteri (Arteritis temporal)

Sakit kepala karena arteritis temporal sering dirasakan di bagian dalam mata atau bawah alis. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan darurat, karena jika tidak segera diobati akan mengakibatkan stroke atau kebutaan.

  1. Radang selaput lendir (Sinusitis)

Infeksi sinus bisa disebabkan oleh bakteri, alergi, atau flu. Kondisi ini menyebabkan rongga hidung membengkak dan tertekan, sehingga memicu kesulitan bernapas, nyeri di sekitar hidung, serta pusing di alis.

  1. Infeksi virus herpes (Herpes zoster)

Dalam beberapa kasus, pusing di alis juga disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster. Namun gejala herpes yang paling umum adalah ruam kemerahan yang terasa melepuh dan menyakitkan pada kulit.

Karena penyebab pusing di alis beragam, akan lebih baik menemui dokter dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Perawatan setiap jenis sakit kepala berbeda-beda, sehingga nantinya dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi yang diderita pasien.

Untuk mengatasi migrain, dokter akan memberikan obat sakit kepala kuat yang disebut triptans dan obat antiinflamasi non steroid (NSAID). 

Sedangkan obat sakit kepala cluster memiliki obat resep yang lebih banyak, seperti perawatan oksigen murni, verapamil, triptans, dan banyak lagi.

Tetap Tenang Meski Pandemi dengan Persiapkan Kotak P3K di Rumah

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diterapkan mengingat angka kasus COVID-19 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Kondisi ini tak ayal membuat masyarakat sulit untuk melakukan mobilisasi dan disarankan untuk tetap tinggal dalam luar. Membeli kebutuhan sehari-hari atau bahkan obat menjadi sedikit sulit akibat adanya situasi ini. Oleh karena itu, mempersiapkan kotak P3K di rumah menjadi solusi yang ideal.

kotak p3k

Dengan menyiapkan kotak P3K di Rumah, Anda dapat mengurangi intensitas bepergian atau beraktivitas di luar rumah, sehingga menurunkan risiko terpapar infeksi COVID-19. Apa saja yang perlu Anda simpan di dalam kotak P3K di rumah selama pandemi? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Isi kotak P3K di rumah selama pandemi

  1. Masker

Perlengkapan medis yang satu ini tidak boleh dilewatkan. Mengingat bahwa penularan coronavirus melalui udara, masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker. Penggunaan masker diyakini mampu menurunkan risiko tertular atau menularkan COVID-19.

  1. Vitamin

Fakta bahwa vaksin maupun obat yang efektif menangkal COVID-19 belum ditemukan, menjaga diri untuk tetap sehat dengan meningkatkan sistem imun tubuh merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan virus. Para ahli menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan jika diperlukan tidak lupa untuk mengonsumsi vitamin maupun suplemen kesehatan.

Beberapa vitamin dan mineral yang direkomendasikan dapat membantu meningkatkan sistem imun selama pandemi, antara lain vitamin C, vitamin D, dan zinc.

  1. Termometer

Salah satu gejala yang umum dikeluhkan pasien terinfeksi COVID-19 adalah demam. Mendeteksi adanya perubahan suhu tubuh, Anda perlu menyiapkan termometer dan menyimpannya di dalam kotak P3K di rumah.

Ketika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala, seperti ruam, diare, atau batuk, Anda dapat langsung memeriksa suhu tubuhnya. Jika hasil suhu tubuh melebihi angka 37,2 °C atau demam, Anda diharapkan untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan pemeriksaan lebih COVID-19. Sembari menunggu respons, Anda dapat memberikan obat penurun panas untuk meredakan gejala yang dialami.

  1. Paracetamol atau obat demam lain

Telah disebutkan bahwa demam merupakan gejala yang utama dari pasien terinfeksi COVID-19 dan perlu penanganan sesegera mungkin. Selama pandemi, menyimpan paracetamol maupun obat demam lain, seperti acetaminophen di dalam kotak P3K di rumah merupakan suatu kebutuhan.

Paracetamol atau obat demam lain juga dikonsumsi oleh pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Dengan rutin mengonsumsi obat demam, gejala demam dan nyeri yang dirasakan akibat infeksi corona dapat diredakan.

  1. Obat flu

Beberapa gejala lain dari COVID-19 serupa dengan gejala flu. Oleh karena itu, siap sedia obat pereda gejala flu dalam kotak P3K Anda perlu untuk diperhatikan. Pilihlah obat pereda gejala flu allinone yang mampu meredakan sakit kepala, bersin-bersin, demam, batuk, hingga nyeri badan di saat yang bersamaan.

  1. Obat pencernaan

Di samping demam dan batuk, gejala lain dari COVID-19 yaitu adanya gangguan pencernaan, seperti diare. Anda perlu melengkapi perlengkapan obat dalam kotak P3K dengan menambahkan obat pencernaan ke dalam persediaan. Ketika mengonsumsi obat diare, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi banyak air putih agar terhindar dari kondisi dehidrasi.

  1. Dekongestan

Sudah pernah mendengar apa itu dekongestan? Sebenarnya, dekongestan ini banyak terkandung dalam obat batuk dan obat flu. Fungsinya, untuk meredakan pembengkakan pada saluran pernapasan. Dekongestan mampu secara efektif melegakan pernapasan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman pada pasien flu dan COVID-19. 

Itu dia 7 hal yang tidak boleh Anda lewatkan jika ingin menyiapkan kotak P3K kala pandemi. 

Entropion: Kelopak Mata Terlipat ke Dalam, Apa Penyebabnya?

Pernahkah Anda terbayangkan jika bulu mata yang seharusnya mengarah ke luar, kini berbalik menghadap ke dalam? Sudah pasti mata akan merasa perih karena disebabkan tertusuk bulu mata yang masuk ke dalam mata.

Tetapi, tahukah Anda  jika hal tersebut bisa terjadi pada Anda atau bahkan pada orang yang lebih tua di atas 60 tahun. Kelainan dengan bulu mata dan kelopak mata terlipat ke dalam ini disebut dengan entropion. Apakah itu? Yuk, cari tahu lebih detail serta apa penyebabnya.

Apa itu entropion dan penyebabnya?

Entropion adalah kondisi di mana kelopak mata Anda mengarah ke dalam, sehingga bulu mata dan kulit akan bergesekan dengan permukaan mata sehingga bisa menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada mata Anda.

Jadi, ketika Anda mengalami kondisi tersebut, kelopak mata  mungkin akan terus berputar atau hanya saat Anda berkedip keras atau menutup kelopak mata Anda. Hal ini bisa menyebabkan mata berair, ketidaknyamanan, iritasi, nyeri hingga peradangan.

Penyebab

Umumnya, entropion disebabkan karena faktor genetik. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kelopak mata bawah memiliki lipatan kulit yang ekstra. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, entropion terjadi pada orang dewasa hingga tua atau di atas usia 60 tahun. Pasalnya, kondisi ini jarang sekali terjadi pada anak-anak ataupun dewasa muda.

  • Penuaan. Selain faktor genetik, penyebab lain dari kondisi ini adalah penuaan. Seiring bertambahnya usia seseorang, ada lebih banyak kulit kendur di sekitar kelopak mata, otot di bawah mata melamah, dan tendon serta ligament di area tersebut mengendur.
  • Jaringan parut. Jaringan parut pada kulit bisa menjadi faktor penyebab. Jaringan parut akan terjadi akibat trauma, pembedahan, radiasi pada wajah, atau luka bakar kimiawi. Dan hal in dapat mengubah kelengkungan alami kelopak mata.
  • Infeksi. Infeksi bakteri, seperti trachoma dapat menyebabkan permukaan bagian dalam kelopak mata menjadi kasar dan memiliki bekas luka.
  • Operasi. Operasi mata dapat menyebabkan kejang kelopak mata yang dapat menyebabkan kelopak mata terlipat ke dalam.
  • Komplikasi perkembangan. Ketika entropion hadir saat lahir (bawaan) maka hal itu mungkin disebabkan oleh lipatan ekstra kulit pada kelopak mata yang menyebabkan bulu mata membengkok.
  • Peradangan. Iritasi mata yang disebabkan oleh kekeringan atau pembengkakan dapat membuat Anda mencoba meredakan gejala dengan menggosok atau menutup kelopak mata. Hal ini dapat menyebabkan kejang pada otot kelopak mata dan menggulung tepi kelopak mata ke dalam melawan kornea (entropion kejang).

Gejala entropion

Tanda atau gejala entropion biasanya diakibatkan oleh gesekan bulu mata dan kelopak mata bagian luar terhadap permukaan mata Anda, maka Anda mungkin akan mengalami:

  • Perasaan bahwa ada sesuatu yang menempel di mata Anda
  • Mata merah
  • Kepekaan terhadap angin
  • Iritasi atau nyeri mata
  • Kepekaan terhadap cahaya yang disebut fotopobia
  • Mata berair (robekan berlebihan)
  • Keluarnya lendir dan pengerasan kelopak mata
  • Kulit kendur di sekitar mata
  • Kemerahan di bagian putih mata

Masalah pengelihatan pun bisa terjadi, terutama jika terjadi kerusakan pada kornea.

Komplikasi entropion

Iritasi dan cedera kornea adalah komplikasi yang paling serius terkait dengan kondisi tersebut. Karena dapat menyebabkan penderita kehilangan pengelihatan secara permanen atau selamanya.

Entropion sering terjadi secara alami dengan penuaan atau setelah jaringan parut, jadi kondisi sulit untuk dicegah. Namun, untuk mengurangi risikonya Anda dapat menggunakan kacamata pelindung selama aktivitas yang dapat melukai mata.

Tags: , ,

6 Kesalahan Pola Asuh Anak yang Berakibat Fatal

Pola asuh anak sangat menentukan masa depan anak yang bersangkutan. Sayangnya, tidak tiap orang memahami benar mengenai cara pola asuh yang tepat bagi buah hatinya. Beberapa bahkan menerapkan sistem pola asuh yang salah hingga membuat anak mengalami kondisi yang tidak nyaman dan berpotensi berakibat fatal bagi masa depannya.

Sebenarnya, tiap orang tua pastinya berkeinginan menyajikan masa depan yang baik lewat pola asuh anak yang diterapkan. Akan tetapi, ketidakpahaman mengenai kondisi anak dan rasa egois yang memaksakan keinginan sendiri untuk membentuk pribadi anak pada akhirnya menjadi bumerang.

Berikut ini adalah beberapa pola asuh anak yang sebenarnya salah, namun masih sering digunakan oleh para orangtua. Pola-pola asuh di bawah ini nyatanya memiliki efek negatif yang membuat anak menjadi pribadi yang justru bisa bermasalah di kemudian hari.

  • Tidak Menjadi Teladan

Anda mungkin terlalu sibuk memberikan arahan dan saran kepada anak Anda. Tanpa Anda sadari, yang paling dibutuhkan anak adalah contoh. Alih-alih memberikan teladan, Anda justru kerap membuat anak melihat contoh yang berkebalikan dengan arahan dan nasihat yang Anda berikan. Alhasil, jangan harap anak Anda bisa menjadi pribadi yang sesuai dengan arahan Anda. Ia justru akan menjadi pribadi yang cenderung memberontak karena menganggap hal yang Anda ajarkan semua palsu.

  • Memarahi Berlebihan

Tidak ada yang salah apabila Anda memarahi Anda apabila ia memang melakukan kesalahan. Namun, pola asuh anak dengan memarahinya akan menjadi tidak benar apabila Anda melakukannya terlalu sering dan dengan cara berlebihan, misalnya dengan membentak di tempat umum ataupun “main tangan”. Pola asuh anak yang demikian akan membuat buah hati menjadi pribadi yang rendah diri atau sebaliknya menjadi pribadi pembangkang.

  • Minim Ekspresi Sayang

Anda mungkin menerapkan pola asuh anak yang demikian guna melatih buah hati menjadi pribadi yang tidak manja. Namun sayangnya, cara ini salah besar! Anak-anak yang kurang mendapat ekspresi kasih sayang dari orang tuanya cenderung menjadi anak yang kasar dan tidak menghargai orang lain. Anda tidak ingin buah hati Anda menjadi pribadi yang demikian, bukan? Karena itu, ungkapkan saja rasa sayang Anda kepada buah hati sesering mungkin.

  • Tidak Menetapkan Aturan

Beberapa orang tua memilih menerapkan pola asuh anak tanpa aturan. Dengan model ini, anak bebas melakukan apa yang ia inginkan tanpa ada larangan ataupun aturan yang membatasi. Celakanya, model pola asuh ini akan membuat anak cenderung menjadi pribadi yang seenaknya dan tidak menghargai orang lain.

  • Tidak Mendukung

Anda ingin anak Anda lebih menghargai kerja kerasnya di masa depan dan tidak mengandalkan orang tua selamanya. Alasan ini membuat Anda menjadi menerapkan pola asuh yang tidak pernah mendukung apapun keputusan dan tindakan anak. Hasilnya bukan membuat Anda menjadi mandiri, pola asuh ini membuat ia menjadi mudah putus asa dan mudah depresi.

  • Membanding-bandingkan

Ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang sama dengan orang lain. Karena itu, tidak tepat jika ada menerapkan pola asuh anak yang membandingkan pencapaian anak orang lain dengan anak Anda. Perilaku yang membanding-bandingkan ini akan membuat anak menjadi pribadi yang mudah depresi, penakut, atau bahkan menjadi pribadi yang pendendam.

***

Jangan terlalu berkeyakinan bahwa apa yang Anda putuskan bagi buah hati adalah yang terbaik, termasuk soal pola asuh anak yang Anda terapkan. Jika memang sadar sudah melakukan pola asuh yang buruk, cobalah untuk berbenah dan memahami keinginan dari anak Anda.

Tags:

Apa Saja Penyebab HIV AIDS?

HIV dan AIDS merupakan penyakit yang berbahaya dimana penyakit tersebut dapat menular orang lain. Penyebab HIV AIDS berasal dari Afrika.

Awal Penularan HIV

Secara spesifik, penyebab HIV AIDS berasal dari simpanse Afrika. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa SIV (simian immunodeficiency virus) menular dari simpanse ke manusia karena manusia mengkonsumsi daging simpanse yang telah terinfeksi.

SIV bermutasi dalam tubuh manusia dimana hal tersebut berubah menjadi HIV (human immunodeficiency virus) dan dapat menular orang lain melalui kontak fisik. HIV diduga terjadi sejak tahun 1920. HIV terjadi tidak hanya melalui kontak fisik, HIV juga bisa terjadi melalui cairan tubuh penderita berupa darah, semen, cairan vagina, bahkan ASI (air susu ibu).

Pada dasarnya, HIV sama seperti virus corona atau Covid-19 dimana virus tersebut dapat menular manusia dan manusia yang terkena virus tersebut bisa tidak menunjukkan gejala apapun. Virusnya bisa berkembang dari tahun ke tahun tanpa disadari masyarakat sehingga penderita mengalami AIDS.

Seseorang bisa mengalami AIDS ketika jumlah sel CD4 T dalam tubuh berada di bawah 200 dan mengalami penyakit lain yang berkaitan dengan AIDS. Contoh penyakit yang berkaitan dengan AIDS adalah kanker.

Penyebab HIV

Pada dasarnya, seseorang bisa terkena HIV dan AIDS karena melakukan kontak fisik dengan orang lain. Berikut adalah contoh-contoh penularan yang bisa terjadi:

  • Hubungan seksual

Berhubungan secara seksual merupakan salah satu penyebab yang paling umum terjadi  pada pasangan. Penyakit tersebut bisa terjadi karena pasangan mungkin tidak mengenakan kondom.

Tidak hanya itu, hubungan seksual bisa terjadi melalui alat kelamin seseorang seperti vagina dimana cairan yang ada pada organ tubuh mereka dapat menyebar ke tubuh pasangannya sehingga pasangan juga ikut terkena penyakit tersebut.

Pada umumnya, seseorang yang terkena virus HIV mengalami luka pada bagian kemaluannya. Penularannya juga dianggap lebih berisiko ketika seks dilakukan melalui anal.

  • Jarum suntik

Sama seperti narkoba, HIV juga bisa dipengaruhi oleh jarum suntik, namun melalui jarum yang sama dengan penderita HIV, bisa berpotensi menular orang lain yang menggunakannya.

  • Transfusi darah

Transfusi darah juga merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai, karena juga dapat memicu penularan HIV. Seseorang yang menerima transfusi darah dari penderita HIV bisa mengalami risiko yang sama seperti penderita HIV.

  • Proses melahirkan

Proses melahirkan juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan penularan HIV dari ibu ke anaknya yang baru lahir.

Pengobatan

Sampai saat ini, para peneliti belum menemukan obat yang tepat untuk mengatasi HIV dan AIDS. Meskipun demikian, para peneliti menyarankan untuk menggunakan obat antivirus untuk menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh penderita. Dengan cara tersebut, sistem imun penderita akan kembali kuat.

Pencegahan

Selain menggunakan obat antivirus, berikut adalah cara-cara yang perlu diperhatikan untuk mencegah risiko yang berkaitan dengan HIV:

  • Berolahraga secara teratur

Setiap orang dianjurkan untuk berolahraga, termasuk orang yang menderita HIV. Jika seseorang menderita HIV dan berolahraga secara rutin, mereka akan memperoleh manfaat seperti mengurangi risiko kanker.

  • Penggunaan jarum suntik

Bagi Anda yang tidak menderita HIV, Anda sebaiknya hindari penggunaan jarum suntik dengan orang yang menderita HIV untuk mencegah penularan. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya bagi Anda yang menderita HIV.

  • Melakukan transfusi darah dengan aman

Jika Anda ingin melakukan transfusi darah, pastikan Anda melakukannya di tempat yang aman seperti di lembaga terpercaya untuk mencegah risiko penularan HIV.

  • Jangan ganti pasangan

Jika Anda menderita HIV, Anda sebaiknya jangan ganti pasangan untuk mengurangi risiko penularan virus tersebut.

  • Menggunakan kondom

Memakai kondom adalah cara yang efektif untuk melakukan seks yang aman dan mengurangi risiko penularan HIV.

Kesimpulan

Penyebab HIV AIDS bisa menular ke siapa saja. Oleh karena itu, Anda perlu waspada jika Anda tidak menderita HIV, karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan secara total. Oleh karena itu, untuk mencegah HIV, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas.

Tags: ,

Penjelasan Singkat Mengenai Acute Respiratory Distress Syndrome

Sindrom gangguan pernapasan akut yang terjadi ketika cairan menumpuk di kantung udara elastis kecil atau aveoli pada paru-paru disebut dengan acute respiratory distress syndrome atau ARDS. Cairan ini membuat paru-paru tidak terisi cukup udara dan mengakibatkan aliran oksiden ke organ vital tubuh terhambat, kondisi ini biasanya terjadi pada pasien dalam kondisi sakit kritis.

Penyebab munculnya ADRS biasanya karena penyakit kritis, misalnya sepsis atau pneumonia berat, di masa sekarang seseorang bisa terkena pneumonia akibat dari pandemi virus corona atau Covid-19. Menurut sejumlah penelitian yang sudah dilakukan, beberapa pasien virus corona dapat terkena ARDS dalam perjalanan penyakitnya.

Acute Respiratory Distress Syndrome

Penyakit ini muncul karena adanya kerusakan alveoli yang diakibatkan merembesnya cairan dari pembuluh darah kapiler di dalam paru-paru ke dalam alveoli. Alveoli merupakan kantong udara di paru-paru yang fungsinya menyalurkan oksigen ke darah dan mengeluarkan karbondioksida dari dalam darah.

Jika pada kondisi normal, membran yang melindungi pembuluh darah kapiler menjaga cairan tetap di dalam pembuluh darah. Berbeda dalam kondisi ARDS, cedera dan penyakit berat yang menyebabkan kerusakan pada membran pelindung tersebut, hingga membuat cairan bocor ke aveoli, berikut ini beberapa tanda dan gejala kondisi ini.

  • Tekanan darah rendah atau hipotensi, pernapasan yang tidak biasa dan cepat., pusing dan banyak berkeringat.
  • Merasa kebingungan dan kelelahan berlebihan, bibir atau kuku berwarna biru karena kekurangan oksigen dalam darah.

ARDS terjadi karena paru-paru menjadi sangat meradang karena diakibatkan dari infeksi dan cedera, peradangan yang muncul menyebabkan cairan pembuluh darah terdekat bocor ke kantung udara kecil di paru-paru dan mengganggu fungsinya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan paru-paru mengalami peradangan, seperti berikut.

  • Pneumonia atau flu berat, keracunan darah, cedera dada yang parah hingga tidak sengaja menghirup asap atau bahan kimia beracun.
  • Hampir tenggelam, mengalami pankreatitis akut atau kondisi serius berupa radang pankreas selama periode waktu yang singkat.
  • Reaksi buruk ketika seseorang menerima transfusi darah.

Diagnosa dan Cara Pengobatan

Perlu diketahui jika tidak ada tes khusus yang digunakan untuk mendiagnosa ARDS, dibutuhkan pemeriksaan secara menyelurh untuk mengidentifikasi penyebab dasar dan faktor lain yang memengaruhi, beberapa pemeriksaan itu di antaranya sebagai berikut.

  • Pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan tes darah, fungsinya untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah dan infeksi.
  • Pemeriksaan atau test pulse oximetry, tujuannya untuk mengukur jumlah oksigen yang diserap oleh darah.
  • Pemeriksaan X-ray dada dan Scan Tomografi Terkomputerisasi (CT) yang digunakan untuk mencari bukti ARDS.
  • Terakhir adalah pemeriksaan echocardiogram yang bertujuan untuk melihat jantung dan pembuluh darah di dekatnya.

Untuk pengobatan penyakit ini, penderita RDS akan mendapat perawatan di Unit Perawatan Intesif (ICU) dengan memakai mesin pernapasan atau ventilator untuk membantu pernapasan pasien. Nantinya nutrisi dan cairan akan diberikan menggunakan selang pengisi yang melewati hidung dan masuk ke perut.

Penderita acute respiratory distress syndrome juga dapat mengalami komplikasi yang diakibatkan penyakit itu sendiri maupun akibat efek samping dari pengobatan yang dilakukan pasien. Beberapa komplikasi yang bisa dialami penderita biasanya sebagai berikut ini.

  • DVT (deep vein thrombois), adalah penggumpalan darah pada pembuluh darah vena dalam di tungkai yang diakibatkan berbaring terus menerus.
  • Pneumothorax atau penumpukan udara pada selaput pleura, kondisi ini biasanya terjadi akibat tekanan udara dari penggunaan ventilator.
  • Infeksi paru-paru yang diakibatkan masuknya kuman ke paru-paru melalui alat bantu napas dan fibroris paru atau pembentukan jaringan di paru yang membuat sulit pasikan oksigen ke darah.

Tags: ,

Turunkan Berat Badan dengan Diet Oatmeal, Begini Cara Melakukannya

Hampir semua orang menginginkan berat badan yang ideal. Berbagai hal pun dilakukan, seperti rajin berolahraga, menjalani terapi, melakukan diet, hingga prosedur medis lainnya. Mungkin diet yang paling sering dilakukan. Salah satu diet untuk menurunkan berat badan adalah dengan diet oatmeal.

Seperti yang diketahui bahwa oatmeal dapat menyerap lemak dan dikeluarkan bersama dengan tinja. Sehingg tubuh tidak menyerap lemak dan menjauhkan Anda dari obesitas.

Jadi, diet oatmeal adalah mengatur makanan dengan cara mengkonsumsi oatmeal. Hanya saja, Anda masih tetap bisa mengkonsumsi jenis makanan lain sebagai selingan asalkan sesuai aturan.

Diet oatmeal ini memang tengah mencuri perhatian banyak orang karena banyak manfaatnya bagi tubuh. Dalam satu cup atau 128 gram oatmeal yang sudah diolah, mengandung 5 gram serat yang sudah memenuhi 18 persen kebutuhan serat harian tubuh, 150 kalori, serta protein.

Cara Melakukan Diet Oatmeal

Program diet oatmeal ini setidaknya dalam sehari harus mengkonsumsi oatmeal 1-2 kali di saat jam makan. Dalam menjalankan diet oatmeal, ada beberapa cara yang bisa Anda pilih, yaitu:

  • Diet Oatmeal 2 Fase

Maksudnya, ada dua fase diet yang harus dilakukan. Fase pertama, Anda harus mengkonsumsi oatmeal utuh di hari pertama hingga ke tujuh sebanyak 3 kali sehari. Waktunya saat sarapan, makan siang, dan makan malam.

Setelah fase pertama, ANda akan mengkonsumsi bubur gandum 1-2 kali sehari, ini disebut fase kedua. Di fase ini juga ditambahkan sayuran dan buah serta Anda diperbolehkan mengkonsumsi oatmeal instan.

Dalam setiap sajian makan, Anda dapat menyajikan sebanyak 0,5 cup atau lebih kurang 64 gram oatmeal.

  • Diet Oatmeal 6 Hari

Cara yang kedua ini adalah dengan mengkonsumsi oatmeal dua kali sehari selama 6 hari. Dan di hari ke tujuh, Anda bisa mengkonsumsi oatmeal sebanyak satu kali saja sehari.

  • Diet Oatmeal Bertahap Selama 7 Hari

Cara ketiga ini, Anda bisa melakukan diet oatmeal secara bertahap selama 7 hari. Detailnya, di dua hari pertama, Anda makan oatmeal tiga kali sehari di waktu sarapan, makan siang, dan makan malam.

Lalu, di hari ketiga dan keempat, Anda dianjurkan makan oatmeal sebanyak dua kali sehari di waktu sarapan dan makan siang. Pada hari kelima hingga ketujuh, Anda bisa makan oatmeaal satu kali sehari saja.

Manfaat Diet Oatmeal

Seperti yang sedikit disinggung di awal, oat mengandung tinggi antioksidan dan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Oleh karena itu, oatmeal bisa memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskuler dan bisa membantu mencegah penyakit jantung dan darah tinggi.

Penderita diabetes tipe 2 juga baik mengkonsumsi oatmeal karena bisa mengontrol kadar gula darah tetap stabil. Anda bisa mengkonsumsi oatmeal secara teratur.

Selain untuk kesehatan, oatmeal juga bermanfaat untuk kesehatan kulit. Sebab, oatmeal bisa menyeimbangkan pH kulit, membuat kulit terasa lembut, serta menjaga kelembapan kulit.

Efek Samping Diet Oatmeal

Masing-masing diet akan memberikan efek samping jika cara dietnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika Anda mencoba diet oatmeal yang membatasi mkanan selain oatmeal, maka tubuh akan berpotensi kekurangan nutrisi lainnya.

Jika tubuh hanya terbatas hanya mendapat asupan berupa oatmeal saja, maka tubuh akan mendapat asupan kalori yang sangat rendah dan tubuh akhirnya tidak berenergi.

Selain itu, Anda juga akan menjadi cepat jenuh dan tidak akan bisa bertahan lama mengikuti program diet ini. Meskipun diet oatmeal ampuh menurunkan berat badan Anda.

Tags:

Mengatasi Pengaruh Tingkatan Stres pada Ibu Hamil

Masa kehamilan bagi wanita dapat menjadi momen yang tak terlupakan. Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil akan mengalami perubahan dan menyesuaikan diri dengan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Tetapi, hamil juga bisa membuat stres bagi sebagian ibu, dan tingkatan stres yang dialami memiliki pengaruh baginya.

Stres yang dialami oleh seorang ibu selama kehamilan tentu saja dapat mempengaruhi bayi dalam kandungannya. Seorang ibu hamil perlu dukukungan lingkungannya, tak terbatas hanya pada suami, untuk membantu perasaan, mental, dan pikirannya tetap aman. Jika tidak, stres pada masa kehamilan ini ujung-ujungnya bakal membahayakan tumbuh dan kembang bayi di janinnya.

Lantas, apa saja efek atau dampak buruk tingkatan stres yang dialami oleh ibu hamil? Di bawah ini hal-hal itu coba dirangkum, meski mungkin apa yang terjadi bisa berbeda satu dengan yang lainnya:

  • Meningkat Risiko Infeksi Tubuh

Stres pada dasarnya pasti akan mempengaruhi tubuh, termasuk pada tubuh ibu hamil. Saat stres, terjadi perubahan biologis dalam tubuh. Salah satunya berakibat pada peningkatan hormon stres, yang kemudian berpengaruh pada menurunnya sistem kekebalan tubuh. Saat sistem imun mulai menurun, segala macam pemicu infeksi termasuk bakteri, virus, dan kuman akan lebih mudah masuk dan menyerang tubuh.

  • Menghambat Pertumbuhan Janin

Saat stres atau sedang marah, tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon yang bernama kortisol. Ketika jumlah hormon stres tersebut meningkat, pembuluh darah di dalam tubuh akan menyempit. Hal ini membuat aliran darah dan pasokan oksigen ke janin menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya terganggu.

  • Meningkatkan Risiko Persalinan Prematur

Tingkatan stres selalu berkaitan dengan lepasnya hormon stres. Hormon stres inilah yang berperan mengubah dan mengacaukan mekanisme tubuh seseorang, termasuk ibu hamil. Stres yang tidak dikelola dengan baik punya potensi memaksa lahir lebih cepat atau prematur.

Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa studi yang menunjukkan bahwa persalinan prematur lebih banyak terjadi pada ibu hamil dengan gangguan mood dan stres berat dibandingkan ibu hamil yang emosinya stabil. Jika masalah emosi dan stres tersebut sudah dirasakan sejak awal masa kehamilan dan dibiarkan berkepanjangan, risiko bayi untuk terlahir prematur juga akan semakin tinggi.

  • Menghambat Perkembangan Otak

Pada trimester pertama, pertumbuhan dan perkembangan otak janin sedang dalam masa puncak. Itu semua bisa berhasil apabila lingkungan bayi, tentu saja kondisi fisik dan mental ibu, baik-baik saja.

Apabila pada periode ini ibu hamil justru sering stres, proses ini pun akan terhambat. Akibatnya, kondisi ini diyakini kelak juga akan memengaruhi perilaku sang anak hingga masa dewasanya.

Lantas, bagaimana agar kehamilan bisa terasa terus menyenangkan? Jawabannya adalah mengelola stres Anda. Masalahnya, bagaimana kita mengupayakan itu? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Saat mengalami stres selama hamil, cobalah menarik napas panjang dan kelola alam pikiran dengan beberapa cara di antaranya melakukan meditasi, yoga prenatal, atau terapi bicara.
  2. Stres juga bisa diatasi dengan menyanyikan sebuah lagu, karena bernyanyi dan mendengarkan musik dapat membantu mengontrol kadar kortisol.
  3. Bersantai dan melakukan hobi. Mandilah dengan air hangat, kemudian minum secangkir teh atau membaca buku yang disukai juga bisa membuat kadar stress pada ibu hamil berkurang.
  4. Hubungi dokter. Jika semua cara sudah dilakukan tapi masih saja stres, maka segera hubungi dokter dan sampaikan hal-hal apa yang membuat stres selama hamil.

***

Apabila saat masa kehamilan ibu sering mengalami stres, Anda harus mulai waspada. Segeralah cari cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Jangan sampai tingkatan stres terus melonjak dan nantinya justru merugikan Anda serta janin yang tengah berada di dalam kandungan Anda. Oh iya, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk memperoleh solusi serta dukungan yang Anda butuhkan.

Tags: ,