Apa Saja Penyebab HIV AIDS?

HIV dan AIDS merupakan penyakit yang berbahaya dimana penyakit tersebut dapat menular orang lain. Penyebab HIV AIDS berasal dari Afrika.

Awal Penularan HIV

Secara spesifik, penyebab HIV AIDS berasal dari simpanse Afrika. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa SIV (simian immunodeficiency virus) menular dari simpanse ke manusia karena manusia mengkonsumsi daging simpanse yang telah terinfeksi.

SIV bermutasi dalam tubuh manusia dimana hal tersebut berubah menjadi HIV (human immunodeficiency virus) dan dapat menular orang lain melalui kontak fisik. HIV diduga terjadi sejak tahun 1920. HIV terjadi tidak hanya melalui kontak fisik, HIV juga bisa terjadi melalui cairan tubuh penderita berupa darah, semen, cairan vagina, bahkan ASI (air susu ibu).

Pada dasarnya, HIV sama seperti virus corona atau Covid-19 dimana virus tersebut dapat menular manusia dan manusia yang terkena virus tersebut bisa tidak menunjukkan gejala apapun. Virusnya bisa berkembang dari tahun ke tahun tanpa disadari masyarakat sehingga penderita mengalami AIDS.

Seseorang bisa mengalami AIDS ketika jumlah sel CD4 T dalam tubuh berada di bawah 200 dan mengalami penyakit lain yang berkaitan dengan AIDS. Contoh penyakit yang berkaitan dengan AIDS adalah kanker.

Penyebab HIV

Pada dasarnya, seseorang bisa terkena HIV dan AIDS karena melakukan kontak fisik dengan orang lain. Berikut adalah contoh-contoh penularan yang bisa terjadi:

  • Hubungan seksual

Berhubungan secara seksual merupakan salah satu penyebab yang paling umum terjadi  pada pasangan. Penyakit tersebut bisa terjadi karena pasangan mungkin tidak mengenakan kondom.

Tidak hanya itu, hubungan seksual bisa terjadi melalui alat kelamin seseorang seperti vagina dimana cairan yang ada pada organ tubuh mereka dapat menyebar ke tubuh pasangannya sehingga pasangan juga ikut terkena penyakit tersebut.

Pada umumnya, seseorang yang terkena virus HIV mengalami luka pada bagian kemaluannya. Penularannya juga dianggap lebih berisiko ketika seks dilakukan melalui anal.

  • Jarum suntik

Sama seperti narkoba, HIV juga bisa dipengaruhi oleh jarum suntik, namun melalui jarum yang sama dengan penderita HIV, bisa berpotensi menular orang lain yang menggunakannya.

  • Transfusi darah

Transfusi darah juga merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai, karena juga dapat memicu penularan HIV. Seseorang yang menerima transfusi darah dari penderita HIV bisa mengalami risiko yang sama seperti penderita HIV.

  • Proses melahirkan

Proses melahirkan juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan penularan HIV dari ibu ke anaknya yang baru lahir.

Pengobatan

Sampai saat ini, para peneliti belum menemukan obat yang tepat untuk mengatasi HIV dan AIDS. Meskipun demikian, para peneliti menyarankan untuk menggunakan obat antivirus untuk menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh penderita. Dengan cara tersebut, sistem imun penderita akan kembali kuat.

Pencegahan

Selain menggunakan obat antivirus, berikut adalah cara-cara yang perlu diperhatikan untuk mencegah risiko yang berkaitan dengan HIV:

  • Berolahraga secara teratur

Setiap orang dianjurkan untuk berolahraga, termasuk orang yang menderita HIV. Jika seseorang menderita HIV dan berolahraga secara rutin, mereka akan memperoleh manfaat seperti mengurangi risiko kanker.

  • Penggunaan jarum suntik

Bagi Anda yang tidak menderita HIV, Anda sebaiknya hindari penggunaan jarum suntik dengan orang yang menderita HIV untuk mencegah penularan. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya bagi Anda yang menderita HIV.

  • Melakukan transfusi darah dengan aman

Jika Anda ingin melakukan transfusi darah, pastikan Anda melakukannya di tempat yang aman seperti di lembaga terpercaya untuk mencegah risiko penularan HIV.

  • Jangan ganti pasangan

Jika Anda menderita HIV, Anda sebaiknya jangan ganti pasangan untuk mengurangi risiko penularan virus tersebut.

  • Menggunakan kondom

Memakai kondom adalah cara yang efektif untuk melakukan seks yang aman dan mengurangi risiko penularan HIV.

Kesimpulan

Penyebab HIV AIDS bisa menular ke siapa saja. Oleh karena itu, Anda perlu waspada jika Anda tidak menderita HIV, karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan secara total. Oleh karena itu, untuk mencegah HIV, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*