Benarkah Makanan Penyebab Keguguran Ini Tidak Disarankan Bagi Ibu Hamil?

Kehamilan adalah masa yang cukup sesitif dan vital dalam kehidupan wanita. Sehingga wanita akan sangat menjaga kehamilannya, termasuk menjaga makanan. Sebab, ada jenis makanan penyebab keguguran yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

Terlebih jika kehamilan trimester pertama yang masih berisiko mengalami keguguran. Sebenarnya, tidak ada makanan yang secara langsung berdampak menggugurkan kandungan. Asal porsi makannya tidak berlebihan. Namun, jika kehamilan Anda berisiko tinggi, sebaiknya tidak mengonsumsi jenis-jenis makanan ini.

Makanan Penyebab Keguguran

Makanan dan buah-buahan ada yang dianggap menyebabkan keguguran. Terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Apa saja makanan penyebab keguguran yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

  • Makanan Laut

Makanan seafood dianggap salah satu penyebab keguguran. Sehingga ibu hamil yang suka makan makanan laut sering dibuat khawatir mengenai kandungannya. Makanan laut yang sering disebut dapat menjadi penyebab keguguran adalah kepiting dan udang. Padahal kandungan nutrisi pada udang baik dan diperlukan oleh ibu hamil, lho. Seperti protein, fosfor, potasium, kalsium, serta vitamin.

  • Daging Merah

Daging merah sering disebut sebagai makanan penyebab keguguran yang harus dihindari ibu hamil. Sebab, pada daging merah menjadi tempat berkembang biak bakteri Toksoplasmosis yang berbahaya bagi wanita hamil.

Namun, jika dimasak dengan metode yang benar dan porsi makannya tidak berlebihan, tentu saja tidak menjadi masalah untuk dikonsumsi.

  • Buah Nanas

Nanas memang sering dijadikan dijadikan makanan untuk menggugurkan kandungan. Hal ini karena nanas mengandung bromelain yang dapat memicu kontraksi karena menyebabkan serviks (leher rahim) melunak. Namun, jika nanas dikonsumsi dalam porsi yang wajar, buah yang satu ini tidak harus dihindari dan tidak serta merta membuat ibu hamil mengalami keguguran.

  • Lidah Buaya

Lidah buaya masuk dalam daftar makanan penyebab keguguran, lho. Hal ini karena kandungan di dalam lidah buaya yaitu anthraquinones, substansi laksatif yang menrangsang terjadinya kontraksi bahkan pendarahan panggul. Bakteri dalam lidah buaya juga perlu dihindari. Akan tetapi lidah buaya mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Jika memang ingin mengonsumsi lidah buaya ini, pastikan hanya dalam porsi kecil saja dan tidak berlebihan.

  • Buah Pepaya

Makanan penyebab keguguran pada trimester awal kehamilan adalah buah pepaya. Terlebih lagi pepaya muda yang mengandung laksatif dan memicu terjadinya keguguran. Ternyata biji pepaya juga mengandung enzim yang dapat merangsang terjadinya kontraksi pada rahim dan mengalami keguguran. Di sisi lain, pepaya mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan ibu hamil, seperti vitamin A, B1, B3, B5, vitmain E, dan K. Tentu jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit dan tidak berlebihan, pepaya masih aman bagi ibu hamil.

  • Kafein

Kandungan kafein yang sering ditemukan pada kopi dipercaya dapat menyebabkan keguguran. Kafein juga menyebabkan tubuh rentan dehidrasi. Selain ada dalam kopi, kafein juga terdapat pada teh, cokelat, dan minuman penambah energi lainnya.

Akan tetapi, bukan berarti ibu hamil tidak serta merta dilarang mengkonsumsi kopi. Boleh saja asal tidak melebihi 200 gram sehari.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan sering juga disebut menjadi makanan penyebab keguguran jika dikonsumsi ibu hamil. Namun ternyata, kacang-kacangan aman dikonsumsi asal tidak menimbulkan alergi tertentu pada ibu hamil.

Ibu Hamil Harus Sadar Porsi Makan

Sebenarnya, daftar makanan penyebab keguguran tersebut aman dikonsumsi oleh ibu hamil asalkan porsinya tidak berlebih dan proses pengolahannya baik. Jadi makanan tersebut tidak benar-benar dihindari.

Ibu hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan mentah. Pastikan makanan tersebut benar-benar melalui proses pengolahan yang baik dan matang.

Jadi, ibu hamil tidak benar-benar dilarang atau menghindari konsumsi makanan penyebab keguguran yang dijelaskan di atas. Jika ingin menghindari makanan tersebut boleh saja. Tapi jika ingin tetap mengonsumsi, pastikan tidak dalam porsi yang banyak.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*