Benarkan Meremas Payudara Bisa Membuat Ukuran Membesar?

Ukuran payudara setiap orang berbeda-beda. Beberapa wanita terlahir dengan payudara yang besar karena faktor genetik, namun sebagian lainnya memiliki ukuran terlalu kecil, hingga membuat Anda kerap tidak percaya diri. Akan tetapi, menurut Sherry A. Ross, MD, a women’s health expert dan penulis of She-ology, menjelaskan bahwa ukuran payudara sebenarnya tidak akan menetap dan bisa berubah-ubah.

Benjolan di payudara belum tentu kanker dan bisa jadi tumor jinak

Banyak mitos yang berkembang seputar cara membesarkan bagian dada, salah satunya dengan meremas payudara. Lantas apakah benar? Apa saja sebenarnya daktor yang bisa menjadi penyebab ukuran payudara berubah?

1. Kelebihan/penurunan berat badan secara drastis

Sebenarnya tidak ada makanan tertentu yang dapat menambah atau mengurangi ukuran payudara. Orang-orang dulu pernah berpikir bahwa makan lebih banyak makanan jenis estrogen (seperti kedelai) dapat memengaruhi ukuran payudara, tetapi hal tersebut tidaklah benar. 

Akan tetapi, bentuk dan ukuran payudara dapat berubah apabila Anda mengalami penurunan atau kelebihan berat badan secara drastis. Hal ini terjadi karena sebagian besar jaringan payudara terbuat dari lemak. Perubahan berat, bisa mencerminkan perubahan ukuran payudara. 

2. Aktivitas seksual  

Saat berhubungan seks, meningkatkan gairah, sensasi, detak jantung, dan tekanan darah akan meningkatkan aliran darah ke area dada, yang akan menyebabkan payudara membengkak. Menurut beberapa penelitian, ukuran payudara bisa membengkak hingga 25% saat berhubungan seks karena peningkatan aliran darah.

Selama berhubungan seksual, Anda akan mendapatkan sensasi lebih pada bagian tubuh yang sensitif, termasuk ketika pasangan meremas payudara. Hal inilah yang membuatkan semua hormon dan aliran darah berjalan lebih cepat. 

Akan tetapi, hal ini tidak akan berlangsung secara permanen atau bersifat sementara. Payudara akan membesar karena darah sedang distimulasi. Setelah selesai berhubungan seksual, maka bentuk dan ukuran payudara  akan kembali ke dalam keadaan normal.

3. Rutin berolahraga

Peningkatan aktivitas akan membuat penurunan lemak di dalam tubuh, dan mungkin juga akan berdampak pada penurunan jaringan lemak di bagian payudara. Akan tetapi, latihan rutin, khususnya olahraga yang meningkatkan otot, khususnya pada bagian dada, justru bisa membuat payudara terlihat lebih kencang dan membesar. Sehingga bentuk dan ukuran payudara menjadi lebih bagus, terutama jika ditunjang dengan penggunaan bra yang tepat.

4. Pil KB

Perubahan biasanya terjadi karena adanya retensi cairan atau penambahan berat badan sementara. Beberapa orang akan mengalami rangsangan di payudara setelah minum pil KB, yang akan menyebabkannya ukuran cup meningkat satu nomor.

5. Pembuahan/hamil 

Saat kadar estrogen dan progesteron berfluktuasi menjelang ovulasi, maka tubuh akan mengalami peningkatan aliran darah ke payudara. Hal ini dapat meningkatkan ukuran dan rasa nyeri pada bagian payudara. Pada saat hamil, payudara secara alami akan mengisi kantung ASI secara bertahap. Maka jangan harap, jika payudara terlihat membesar dan kencang ketika masa kehamilan.

Sebaliknya, jika anak sudah lahir, maka ukuran payudara akan memiliki bentuk berbeda-beda. Ketika Anda memberikan ASI salah satu payudara akan membesar karena penuh dan satunya kendur, karena kantung ASI sudah kosong. Usai menyusui, biasanya ukuran payudara akan terlihat menurun.

6. Periode menstruasi

Banyak perubahan ukuran payudara didorong oleh perubahan hormonal. Jadi pada saat datang bulan, kemungkinan besar payudara akan terasa lebih kencang dan nyeri. Hal ini terjadi karena efek estrogen pada jaringan payudara.

7. Merokok 

Ketika Anda memiliki jaringan payudara yang tidak tertopang, hal itu menyebabkan payudara mengendur. Beberapa orang mengatakan ketika Anda merokok, ada lebih sedikit oksigen dalam sel. Hal inilah yang dapat mempengaruhi jaringan secara umum dan melemahkan otot pada bagian payudara.

8. Menopause 

Penurunan ukuran payudara bisa terjadi selama menopause. Kondisi ini dapat Anda alami karena tubuh banyak kehilangan hormon estrogen. Ketika kekurangan hormon estrogen maka Anda juga kehilangan jaringan payudara.

Perubahan bentuk dada tidak hanya terjadi pada saat meremas payudara tetapi juga banyak faktor lain menjadi penunjangnya seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*