Cara Menangani Tuli Sensorineural

tuli sensorineural

Gangguan pendengaran merupakan istilah untuk semua kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada proses mendengar. Kondisi ini bisa disebabkan karena banyak hal, mulai dari paparan suara bising dalam waktu lama hingga gangguan lain. Salah satu yang kondisi yang memungkinkan terjadi adalah tuli sensorineural.

Gangguan ini terjadi karena kerusakan sel rambut pada bagian dalam telinga, telinga memiliki tiga bagian diantaranya bagian luar, tengah dan dalam. Kondisi ini bisa terjadi ketika adanya gangguan saraf dari telinga bagian dalam ke otak. Penderita gangguan ini sulit mendengarkan suara pelan dan keras dan merupakan jenis gangguan permanen yang sering terjadi.

Pengobatan Tuli Sensorineural

Perlu diketahui bahwa terkait dengan perawatan gangguan pendengaran ini diberikan tergantung dari penyebabnya, terdapat beberapa pilihan pengobatan dan perawatan dari kondisi ini yang meliputi berikut ini.

  • Tes pendengaran berulang dan terapi medis menggunakan kortikosteroid bisa secara oral atau injeksi melalui gendang telinga, tujuannya untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan sel rambut koklea setelah terpapar suara keras.
  • Terpapar suara keras atau pemberian diuretik untuk gangguan jenis sensorineural, konsumsi makanan yang rendah sodium atau garam hingga pemasangan alat bantu dengar yang bisa membantu mengatasi gangguan.
  • Gangguan pendengaran mendadak yang diduga berasal dari virus merupakan kondisi darurat ontologis yang perlu ditangani secara medis dengan menggunakan konsumsi obat dengan jenis kortikosteroid.
  • Kondisi yang terjadi dalam beberapa bulan didiagnosis sebagai penyakit autoimun telinga bagian dalam, kondisi ini bisa ditangani secara medis dengan kortikosteroid jangka panjang dan terkadang memakai terapi.
  • Gangguan yang berfluktuasi bisa berasal dari penyakit yang tidak diketahui seperti penyakit meniere, kondisi ini bisa ditangani secara medis dengan cara diet rendah sodium, diuretik dan kortikosteroid.
  • Kehilangan pendengaran karena tumor yang ringan dan tumornya sangat kecil, kemungkinan pendengaran bisa diselamatkan sebanyak 50 persen.
  • Tuli yang diakibatkan dari penyakit pada sistem saraf pusat atau gangguan sekunder akibat multiple sclerosis bisa diperbaiki dengan pengobatan multiple skleoris pula.
  • Bentuk bantuan yang paling umum digunakan untuk mengatasi gangguan ini adalah menggunakan alat bantu dengar.

Gangguan karena usia biasanya terjadi secara bertahap, sehingga mungkin tidak disadari di awal kemunculannya. Meski demikian jika seseorang kehilangan pendengaran secara tiba-tiba khususnya di satu telinga maka segera hubungi dokter atau bantuan medis. Konsultasikan kondisi kepada dokter jika gangguan pendengaran dalam keadaan mengganggu.

Tanda Tuli Sensorineural

Diagnosa kondisi ini dilakukan dengan tes pendengaran oleh dokter, tujuan proses ini dilakukan adalah untuk menentukan tingkat keparahan gangguan pendengaran serta menentukan jenis gangguan apa yang dialami penderita. Bisa bersifat konduktif, sensorineural atau kombinasi keduanya, berikut beberapa tanda dan penyebabnya.

  • Berkurangnya sensitivitas terhadap suara pelan dan kesulitan memahami kata-kata hingga persepsi mengenai kekerasan suara berubah.
  • Penyebabnya bisa karena penyakit lain atau infeksi virus, obat-obatan yang beracun bagi pendengaran hingga keturunan.
  • Usia lanjut, pukulan di kepala yang membuat seseorang mengalami trauma dan usia yang sudah lanjut.
  • Adanya malformasi pada telinga bagian dalam, setelah seseorang mendengar suara keras atau ledakan.
  • Karena penyakit autoimun telinga bagian dalam, bisa juga karena tumor, pertumbuhan yang tidak normal di dalam telinga.
  • Penyakit meniere atau kondisi yang ditandai dengan fluktuasi pendengaran, pusing, telinga pengap atau dering yang terjadi di telinga hingga penyakit saraf pusat.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*