Cyclist’s Syndrome: Ketika Penis Bengkak dan Mati Rasa Setelah Bersepeda

Bersepeda adalah olahraga kardiovaskular yang menyenangkan. Anda bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan sekaligus menambah lingkaran pertemanan hanya dengan bersepeda. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, penis bengkak bisa saja disebabkan oleh kanker penis.

Tidak peduli seberapa kuat kaki Anda, bersepeda bisa menyebabkan kondisi serius yang disebut dengan cyclist’s syndrome atau disebut juga dengan neuralgia pudendal. Kondisi ini bisa memicu penis bengkak akibat tekanan saraf atau terhambatnya aliran darah ke penis.

Apa itu cyclist’s syndrome?

Cyclist’s syndrome atau sindrom pengendara sepeda adalah suatu kondisi dimana panggul atau alat kelamin terasa sakit dan mati rasa. 

Sindrom pengendara sepeda melibatkan saraf pudendal yang membentang dari belakang panggul ke dekat pangkal penis atau vagina, dan bercabang ke saraf lain. Saraf pudendal berfungsi mengirimkan pesan ke otak dan mengontrol otot stingfer di panggul.

Ketika saraf tersebut menerima tekanan kuat terus menerus, saraf akan rusak atau teriritasi dan mempengaruhi otot stingfer. 

Cyclist’s syndrome bisa terjadi pada pria maupun wanita. Pada pria, sindrom ini dapat menyebabkan penis bengkak dan masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk disfungsi ereksi. 

Gejala cyclist’s syndrome

Sindrom pengendara sepeda disebabkan oleh aktivitas yang merusak saraf pudendal, misalnya luka, menjalani operasi, proses bersalin, tumor, infeksi, dan olahraga seperti bersepeda. 

Nyeri tumpul pada penis yang terjadi 12 hingga 24 jam setelah bersepeda jarak jauh adalah gejala utama cyclist’s syndrome. Rasa nyeri datang dan pergi, dan akan terasa sangat sakit setelah berhubungan seksual atau saat buang air kecil. 

Gejala lain yang mungkin dirasakan meliputi:

  • Sensitivitas
  • Rasa terbakar
  • Penis bengkak
  • Disfungsi ereksi
  • Nyeri pada perineum
  • Kesulitan duduk di sadel sepeda tanpa rasa sakit
  • Mati rasa atau kesemutan di selangkangan dan area genital

Mengobati penis bengkak akibat cyclist’s syndrome

Gejala cyclist’s syndrome bisa diatasi dengan kombinasi terapi fisik, perubahan gaya hidup, dan obat-obatan. 

Tekanan lembut dari terapi fisik, perawatan kiropraktik, dan terapi pijat membantu melemaskan dan meregakan otot dasar panggul. Perawatan ini dapat meredakan tekanan yang mengiritasi saraf pudendal sehingga gejala ketidaknyamanan perlahan mereda. 

Hindari squat, bersepeda, atau melakukan aktivitas terkait panggul karena dapat memperburuk neuralgia pudendal. Sebaiknya duduk tegak atau berdiri lebih sering untuk membantu mengatasi nyeri saraf dan mengurangi penis bengkak. 

Dokter juga akan memberikan obat resep, seperti relaksan otot untuk meringankan gejala cyclist’s syndrome. Obat depresi atau epilepsi juga sering diberikan untuk membantu mengatasi gejala. 

Jika obat tersebut tidak berhasil, dokter mungkin memberi suntikan obat yang berfungsi mematikan saraf atau menurunkan peradangan untuk mengurangi tekanan. Efeknya biasanya terasa dalam beberapa minggu setelah pemberian obat. 

Dalam kasus yang sangat jarang, dokter akan menganjurkan operasi untuk mengangkat penyebab tekanan pada saraf pudendal. Anda mungkin juga akan dipasangkan perangkat listrik kecil di bawah kulit untuk merangsang saraf dan mengganggu sinyal rasa sakit yang dikirimkan ke otak. 

Mencegah cyclist’s syndrome

Untuk mencegah neuralgia pudendal setelah bersepeda, maka Anda harus menyesuaikan sadel atau pelana sepeda Anda. Sadel dengan lekukan atau potongan dapat mengurangi tekanan pada perineum. Tapi jangan lupa bahwa ukuran dan bentuk sadel harus sesuai dengan fisiologi Anda. 

Aspek lain yang penting namun seringkali diabaikan adalah geometri sepeda. Pilihlah desain sepeda yang sesuai dengan Anda. Anda bisa meminta seorang ahli untuk menilai apakah posisi sadel, palang, dan roda depan sudah tepat sehingga pengendara dapat bersepeda dengan nyaman, terutama untuk jarak jauh.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain terkait penyebab penis bengkak dan cara mengatasinya, tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*