Dampak Buruk Mengonsumsi Ceker Ayam Berlebihan

Bukan rahasia umum jika ceker ayam merupakan salah satu makanan favorit bagi tidak sedikit masyarakat Indonesia. Baik dijadikan bahan tambahan untuk sup, ayam kecap, masakan pedas atau sekadar ceker goreng pedas. Mitosnya manfaat ceker ayam jika dikonsumsi oleh anak kecil, maka larinya akan kencang.

Sebagian masyarakat mungkin sangat menyukai mengonsumsi ceker ayam dan sebagian lagi tidak menyukainya. Ceker ayam mengandung tulang, kulit, tendon dan tidak memiliki otot, sehingga seseorang yang mengonsumsi ceker ayam tidak akan menemukan daging. Namun, kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendonnya saja, tulang yang kaya akan nutrisi justru dibuang.

Manfaat Ceker Ayam

Menjadi bagian yang paling sering dibuang dari ceker ayam adalah tulangnya, padahal tulang ayam mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika kesulitan mendapatkan sumsum tulangnya, ceker ayam bisa dijadikan kaldu sehingga nutrisi dalam tulang ceker bisa lebih mudah untuk didapatkan, berikut beberapa manfaat yang baik untuk tubuh.

  1. Mineral

Kalsium, magnesium, kalium dan fosfor merupakan mineral penting dalam mendukung sirkulasi darah yang sehat, kepadatan dan kesehatan tulang, kesehatan saraf, kesehatan jantung dan kesehatan pencernaan.

  • Glukosamin

Kandungan ini mampu mendukung kekuatan sendi, sehingga seseorang bisa terhindar dari penyakit radang sendi atau nyeri sendi.

  • Asam Hialuronat

Merupakan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan jaringan, seperti peremajaan sel dan kekuatan sel kulit.

  • Kondroitin Sulfat

Merupakan kandungan yang manfaatnya sama dengan glukosamin, yakni menopang kesehatan sendi dan membantu merespon peradangan, kesehatan jantung dan kesehatan kulit.

  • Kolagen

Kadar kolagen yang tinggi juga terkandung dalam ceker ayam, kolagen penting dalam fungsi tubuh seperti membantu menjaga kesehatan kulit. Selain memperkuat struktur pembuluh darah, memperkuat struktur tulang dan melindungi lapisan saluran cerna.

Dampak Buruk Ceker Ayam

Siapa sangka jika mengonsumsi ceker ayam juga dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan seseorang. Bagian ceker ayam ditutupi dengan kulit secara penuh dan pada bagian kulit ini mengandung lemak jenuh yang tinggi. Tak khayal jika ceker ayam mempunyai rasa nikmat karena pada umumnya memang memiliki rasa yang lezat.

Namun, di balik kelezatan ini terdapat hal yang bisa memperburuk kesehatan, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Lama kelamaan, kadar kolesterol yang tinggi bisa menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung dan membuat seseorang terkena penyakit jantung.

Perlu diketahui bhawa sebanyak 100 gram ceker ayam mengandung lemak jenuh sebesar 3,9 gram atau setara dengan 20 persen kebutuhan lemak jenuh orang dewasa per hari secara umum. Selain itu, 100 gram ceker ayam juga memiliki kandungan kolesterol sebanyak 84 mg atau sebesar 28 persen dari kebutuhan kolesterol orang dewasa dalam satu hari.

Sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi kulit ayam terlalu banyak atau terlalu sering, justru yang diperbolehkan adalah mengonsumsi sumsum tulang ceker ayam. Karena letak manfaat ceker ayam bagi tubuh berasal dari sumsum tulang, sehingga dianjurkan juga untuk mencari cara agar bisa mengolah ceker ayam dengan benar.

Yang perlu dipahami ketika mengolah ceker ayam adalah dengan membersihkannya dengan benar ketika ingin meyantapnya, pastikan ceker ayam sudah benar-benar bersih. Selain itu, konsumsi juga vitamin dan tentunya makanan sehat seperti buah-buahan segar  agar kebutuhan nutrisi dalam tubuh tetap seimbang dan terjaga dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*