Gejala dan Penyebab Granuloma Piogenik yang Perlu Diketahui

Kemunculan Granuloma Piogenik memang sering kali tidak disadari dengan langsung oleh si penderita. Namun, akan menjadi berisiko apabila kehadiran penyakit ini baru disadari setelah kondisi mulai parah. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui apa saja gejala dan penyebab Granuloma Piogenik. Granuloma Piogenik sendiri merupakan kondisi pertumbuhan kulit dalam bentuk bulatan kecil berwarna merah seperti darah.

Beberapa orang sering menyepelekan bulatan kecil tersebut karena dianggap hanya gangguan kulit biasa yang akan hilang dalam beberapa saat. Namun, Granuloma Piogenik sendiri sebetulnya berbeda dengan permasalahan kulit lain pada umumnya. Sebab, pertumbuhan kulit tersebut cenderung memiliki kandungan pembuluh darah yang aktivitasnya jinak, dengan kata lain tidak seaktif kanker.

Seberapa Sering Kasus Granuloma Piogenik Muncul?

Granuloma Piogenik umumnya dapat muncul pada anak-anak, remaja atau orang dewasa. Beberapa kasus Granuloma Piogenik juga menyerang orang dengan kalangan usia yang sangat beragam. Bagian tubuh yang sering terserang Granuloma Piogenik adalah jari, lengan, tangan, leher, wajah, punggung, serta dada.

Beberapa kasus Granuloma Piogenik juga muncul pada area mata khususnya di kornea, yang merupakan lapisan bening di atas iris dan pupil, atau  pada konjungtiva mata yang merupakan jaringan berwarna bening yang melapisi bagian putih mata.

Granuloma Piogenik juga sering menyerang wanita hamil. Penyebabnya adalah adanya perubahan hormon yang terjadi pada wanita selama dalam masa kehamilan. Umumnya Granuloma Piogenik lebih banyak menyerang wanita ketimbang pria.

Apa Saja Gejala Granuloma Piogenik?

Gejala dan penyebab Granuloma Piogenik memang agak sulit untuk diidentifikasi. Namun secara umum, gejala Granuloma Piogenik yang paling terlihat adalah munculnya bercak yang berwarna merah atau berwarna merah kecoklatan yang timbul tanpa rasa nyeri. Pada beberapa kasus, bercak yang muncul juga bisa berwarna biru kehitaman.

Bercak tersebut dalam perkembangannya selama beberapa hari akan lebih menonjol apabila diraba (nodul) namun ukurannya masih terbilang kecil, yakni sekitar 2 cm saja. Namun pertumbuhan bercak benjolan halus tersebut akan lebih cepat pada hari-hari berikutnya sehingga menimbulkan sensitivitas yang tinggi. Ia akan mudah berdarah, berpotensi menimbulkan luka, hingga membentuk jaringan krusta pada kulit.

Secara umum, kemunculan Granuloma Piogenik adalah dalam jumlah tunggal. Namun, pada beberapa kasus, ditemukan pula Granuloma Piogenik yang muncul bersamaan dalam jumlah lebih dari satu.

Apa Saja Faktor Penyebab Granuloma Piogenik?

Penyebab utama dari Granuloma Piogenik belum dapat ditemukan secara pasti saat ini. Namun ada beberapa faktor pemicu yang diduga dapat meningkatkan risiko terkena Granuloma Piogenik pada seseorang. Beberapa faktor tersebut meliputi:

  1. Akibat gigitan serangga
  2. Trauma kulit, beberapa kasus Granuloma Piogenik bisa muncul akibat kondisi kulit mengalami cedera ringan seperti tertusuk peniti, tergencet pintu, atau terkena bahan panas. Iritasi akibat tindik juga bisa mempengaruhi risiko seseorang terkena Granuloma Piogenik
  3. Infeksi dari berbagai jenis bakteri juga bisa memicu tingginya risiko Granuloma Piogenik pada seseorang. Seperti contohnya infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus.
  4. Akibat dari konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penyembuh HIV/AIDS (protease inhibitor, obat oral retinoid (isotretinoin atau acitretin), dan akibat imunoterapi serta terapi  tertarget (targeted therapy) pada pasien yang menderita kanker.
  5. Hormon juga berpengaruh terhadap meningkatnya risiko terkena Granuloma Piogenik. Misalnya pada kasus Granuloma Piogenik yang menyerang ibu hamil, bisa terjadi hampir 5 % kemungkinan munculnya. Di samping itu, alat kontrasepsi oral dan obat KB juga bisa memicu meningkatnya Granuloma Piogenik.

Nah, itu dia penjelasan mengenai gejala dan penyebab Granuloma Piogenik, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*