Gejala-Gejala Penderita Hipoksia

Ada banyak racun yang masuk ke tubuh jika Anda mengonsumsi narkotika atau obat-obatan terlarang. Akibatnya, tubuh bisa keracunan sehingga mengganggu peredaran oksigen yang kemudian berakibat pada terjadinya kondisi yang dinamakan hipoksia.

Hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh merupakan suatu keadaan yang sangat berbahaya. Tanpa oksigen yang cukup, organ-organ seperti otak dan hati bisa rusak hanya dalam waktu yang singkat.

Hipoksia terbagi dalam 4 tipe utama, yaitu hipoksia hipoksis, hipoksia anemik, hipoksia stagnan, serta hipoksia histotoksik. Pada orang pecandu narkoba dan alkohol, hipoksia yang terjadi adalah hipoksia histotoksik. Pada kondisi ini, sel jaringan mengalami keracunan. Meskipun kadar oksigen dalam darah normal, sel yang keracunan tersebut tidak dapat menggunakan oksigen sehingga terjadilah hipoksia.

Apa saja gejala penderita hipoksia?

Walaupun terdapat beberapa tipe hipoksia, secara umum gejalanya sama. Hanya saja, terdapat tahapan gejala hipoksia, seperti:

  1. Asimtomatik atau tanpa gejala

Pada tahap ini, gejala yang akan muncul adalah penurunan penglihatan pada malam hari dan kehilangan penglihatan terhadap warna. Namun, penderita hipoksia belum menyadari bahwa di dalam tubuhnya terjadi kekurangan oksigen karena kadar oksigen di dalam tubuh masih berkisar antara 90-95%.

  • Kompensatorik

Pada tahap ini, gejala hipoksia masih dapat dikompensasi oleh tubuh lewat peningkatan laju dan kedalaman napas, serta detak jantung. Kondisi gejala ini, kadar oksigen di arteri berkisar 80-90%.

  • Pemburukan

Dalam tahap ini, tubuh penderitanya mulai tidak bisa mentolerir kekurangan oksigen karena kadar oksigen dalam tubuh tinggal 70-80%. Penderita hipoksia pada tahapan ini berisiko mengalami sesak, sianosis (perubahan warna kulit menjadi biru), mengantuk, sakit kepala, euforia, agresi, kesulitan dalam menilai dan mengambil keputusan, penurunan koordinasi, kesulitan melakukan tugas sederhana, penurunan kemampuan penglihatan, rasa kebas atau mati rasa, dan munculnya rasa panas maupun dingin secara tiba-tiba.

  • Kritis

Saat berada pada tahap ini, penderita hipoksia sangat rentan terhadap kematian mengingat kadar oksigen dalam tubuh hanya kurang dari 70%. Seseorang dalam kondisi ini biasanya tidak berdaya secara fisik dan mental yang ditandai dengan kehilangan kesadaran, kejang, serta tidak bernapas.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*