HerbaPAIN Solusi Herbal untuk Atasi Nyeri Haid

Nyeri haid atau dismenore yang tidak tertahankan membuat para kaum hawa memilih mengonsumsi obat agar tetap bisa beraktivitas. Namun sebagian wanita takut mengonsumsi obat medis akibat sejumlah mitos yang beredar mulai dari rahim kering hingga kemandulan. Karena itu, hadirlah suplemen herbal seperti HerbaPAIN sebagai solusi.

Kandungan HerbaPAIN

HerbaPAIN memiliki kandungan DLBS1442 yang merupakan fraksi bioaktif dari buah tanaman asli Indonesia, Phaleria macrocarpa (Mahkota dewa) yang berguna untuk pengobatan dismenore. Dalam sebuah penelitian DLBS1442 mampu mengurangi gejala endometriosis melalui aktivitas antiangiogenik, anti-inflamasi dan pro apoptosis nya.

Mengenal Apa Itu Dismenore

Nyeri haid atau dismenore merupakan hal normal yang terjadi selama periode menstruasi. Hal ini disebabkan oleh kontraksi otot di rahim yang dipicu oleh hormon prostaglandin. Tingkat hormon prostaglandin seorang wanita akan meningkat tepat sebelum dimulainya menstruasi.

Nyeri biasanya berlangsung 12 hingga 72 jam, dan juga dapat disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, mual dan muntah, kelelahan, dan bahkan diare.

Umumnya gejala dismenore yang Anda rasakan seperti:

  • Sakit atau rasa nyeri di perut
  • Nyeri atau kram pada pinggul, punggung bagian bawah dan paha bagian dalam

Ada dua jenis dismenore yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid yang terjadi sebelum dan saat menstruasi. Sedangkan dismenore sekunder merupakan nyeri haid yang terjadi karena masalah tertentu seperti endometriosis atau fibroid rahim.

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami dismenore yaitu:

  • Berusia di bawah 20 tahun
  • Memiliki keluarga yang juga mengalami dismenore
  • Merokok
  • Mengalami pendarahan hebat saat menstruasi
  • Haid tidak teratur
  • Belum pernah melahirkan atau memiliki anak
  • Pubertas sebelum usia 11 tahun
  • Obesitas

Rasa sakit haid yang tidak tertahankan juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti:

  • Sindrom pre menstruasi (PMS) yang merupakan kondisi umum karena perubahan hormonal dalam tubuh. PMS biasanya terjadi 1 hingga 2 minggu sebelum menstruasi dimulai dan gejalanya akan hilang saat menstruasi dimulai.
  • Endometriosis, suatu kondisi saat endometrium (sel dari lapisan rahim) tumbuh di luar rahim seperti di ovarium atau saluran tuba.
  • Fibroid di dalam rahim adalah tumor non-kanker yang membuat tekanan pada rahim sehingga menyebabkan nyeri yang tidak normal saat menstruasi. Fibroid juga seringkali tidak menimbulkan gejala.
  • Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada rahim, saluran tuba, atau ovarium yang disebabkan oleh bakteri menular seksual sehingga menyebabkan rasa sakit karena peradangan pada organ reproduksi.
  • Adenomiosis merupakan kondisi langka saat lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim sehingga membuat penderitanya mengalami nyeri, tekanan dan peradangan. Kondisi ini juga bisa membuat penderitanya mengalami periode haid yang lebih lama atau lebih berat.
  • Stenosis serviks suatu kondisi di mana serviks seseorang sangat kecil atau sempit sehingga memperlambat aliran menstruasi dan menyebabkan rasa sakit karena adanya peningkatan tekanan di dalam rahim. Ini juga adalah kondisi yang cukup langka pada wanita.

Diagnosis

Jika nyeri haid yang Anda rasakan tidak tertahankan dan sering kali mengganggu aktivitas dengan gejala seperti:

  • Rasa sakit yang berkelanjutan setelah pemasangan IUD
  • Mengalami tiga periode menstruasi yang menyakitkan
  • Kram disertai diare dan mual
  • Sakit pinggang disaat tidak sedang haid
  • Tidak sadarkan diri atau pingsan saat periode haid

Maka Anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan serta pengobatan yang tepat. Karena bisa saja hal tersebut disebabkan oleh masalah lain.

Saat menemui dokter, jelaskan semua gejala yang Anda rasakan. Jika perlu, sebelum mengunjungi dokter, bawa catatan yang berisi gejala, keluhan dan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan.

Dokter akan melakukan serangkaian tes mulai dari tes fisik hingga tes pencitraan yang meliputi:

  • USG atau ultrasound
  • CT scan
  • MRI

Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode Histeroskopi (memasukkan alat ke dalam vagina) guna memeriksa saluran serviks. Selain itu, mungkin juga dokter akan mengambil sampel cairan vagina untuk melakukan pengujian.

Namun langkah diatas hanya untuk Anda yang mengalami nyeri haid tidak tertahankan. Jika nyeri haid masih dalam batas normal, Anda bisa mengonsumsi obat pereda haid HerbaPAIN dengan dosis 2 kali sehari setelah makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*