Inilah Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Codeine

codeine

Codeine adalah obat yang bisa digunakan untuk mengobati nyeri baik yang ringan hingga parah. Selain itu, codeine juga dapat bermanfaat meredakan batuk atau mengobati diare akut. Obat ini bekerja pada sistem saraf sehingga dapat meredakan rasa sakit yang dialami. Tergologn dalam obat anargesc opioid, obat codaine perlu diwaspadai sebab dapat menyebabkan kecanduan hingga over dosis. Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara mengonsumsi codeine yang tepat serta efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Cara mengonsumsi codeine

Agar bisa mendapat manfaat maksimal, Anda perlu mengonsumsi codeine dengan cara yang tepat. Obat ini memiliki sediaan dalam larutan, suntikan, tablet, dan bubuk. Sebelum mengonsumsi obat, pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak 6-8 gelas setiap hari selama mengonsumsi codeine guna menghindari sembelit. Untuk dosis codeine sendiri terbagi berdasarkan usia seperti berikut ini.

  • Jika digunakan untuk mengatasi batuk pada anak-anak maka dosis codeine terbagi pada dua usia. Anak usia 2-6 tahun sebanyak 2,5-5mg oral tiap 4-6 jam dengan dosis maksimal 30mg/hari. Anak usia 6-12 tahun sebanyak 5-10mg oral tiap 4-6 jam dengan dosis maksimal 60mg/hari.
  • Jika digunakan untuk mengatasi nyeri pada anak-anak maka codeine bisa diberikan pada anak usia di atas 1 tahun ke atas sebanyak 0,5mg/kg atau 15mg/m2 oral, IM, atau di bawah kulit tiap 4-6 jam atau seperlunya.
  • Jika digunakan untuk mengatasi batuk pada orang dewasa maka dosis codeine adalah 15mg oral tiap 6 jam atau seperlunya.
  • Jika digunakan untuk mengatasi nyeri pada orang dewasa maka dosis codeine adalah 30mg oral melalui suntikan atau infus tiap 6 jam atau seperlunya.
  • Jika digunakan untuk mengatasi diare pada orang dewasa maka dosis codeine adalah 15-60mg oral tiap 6 jam.

Efek samping codeine

Obat codeine juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang umum terjadi dan tergolong ringan setelah mengonsumsi codeine yaitu:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Gatal
  • Ruam ringan
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Sakit perut

Efek samping parah juga mungkin muncul. Jika berbagai gejala berupa efek samping parah muncul maka Anda membutuhkan pertolongan dokter segera.

  • Kejang
  • Serasa akan pingsan
  • Berperilaku tidak wajar
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung lambat
  • Denyut nadi melemah

Kondisi khusus yang perlu diperhatikan

Kondisi khusus berupa riwayat penyakit tertentu bisa berpengaruh pada penggunaan codeine. Penting bagi Anda untuk konsultasi terkait riwayat penyakit pada dokter sebelum mengonsumsi codeine. Beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai yaitu:  

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Hipotensi
  • Usia lanjut
  • Gangguan usus atau obstruktif
  • Depresi pernapasan
  • Serangan asma akut
  • Cedera kepala
  • Penyakit saluran pernapasan

Selain kondisi kesehatan yang telah disebutkan, orang dengan penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan obat perlu menghindari penggunaan codeine. Codeine mungkin menyebabkan kecanduan bahkan pada dosis tepat dan teratur sehingga konsultasi dengan dokter perlu dilakukan secara berkala selama pengobatan dijalani.

Interaksi codeine dengan obat lain

Selain kondisi medis seseorang, interaksi obat juga perlu diperhatikan guna menurangi risiko efek samping yang mungkin muncul. Anda perlu menghindari mengonsumsi codeine bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ini merupakan beberapa obat lain yang dapat menimbulkan interkasi jika digunakan bersamaan dengan codeine serta efek samping interaksi yang ditimbulkan.

  • Ansiolitik dan anestesi yang digunakan bersama dengan codeine akan meningkatkan efek samping depresan.
  • Obat penghambat enzim MAOI yang digunakan bersama dengan codeine akan membuat efek samping yang muncul menjadi lebih fatal.
  • Obat domperidone dan metoclopramide yang digunakan bersama dengan codeine akan  membuat efek berlawanan.  

Risiko ketergantungan obat codeine cukup tinggi sehingga juga meningkatkan risiko terjadinya overdosis. Oleh karena itu, Anda perlu memberi tahu dokter segera jika obat codeine yang dikonsumsi sudah tidak dapat meredakan nyeri yang dirasakan atau telah berhenti bekerja. Hindari memberikan codeine pada orang dengan riwayat penyalahgunaan atau kecanduan obat sebab bisa sangat berbahaya. Saat akan menghentikan pennggunaan, konsultasikan dengan dokter sehingga akan diberikan berbagai arahan agar tidak merasa sakau dengan gejala putus obat. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara online malalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*