Kehamilan Anembrionik, Kehamilan yang Gagal Berkembang Hingga Keguguran

kehamilan anembrionik

Berita sebuah kehamilan tentu membuat siapapun yang mendengarnya akan bahagia. Terlebih lagi bagi pasangan yang memang benar-benar sangat menginginkan dan menunggu kehamilan dalam waktu yang tidak sebentar.

Namun, akan berbeda jika seorang wanita mengalami kehamilan anembrionik. Kehamilan seperti apakah itu? Berikut penjelasannya!

Apa itu kehamilan anembrionik?

Kehamilan anembrionik yang juga dikenal sebagai blighted ovum, terjadi ketika ada yang tidak normal setelah pembuahan. Setelah sel telur dibuahi dan ditanamkan di dalam rahim, ia mulai mengembangkan plasenta tetapi bukan embrio. Intinya, kehamilan anembrionik terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan menempel pada dinding rahim tidak berkembang menjadi embrio.

Jadi, dalam kehamilan normal, sperma membuahi sel telur segera setelah ovulasi. Dalam beberapa jam, telur yang telah dibuahi ini mulai membelah dan akhirnya membentuk embrio. Implantasi memacu plasenta untuk mulai berkembang dan kadar hormon (termasuk hCG. Yang terdeteksi pada tes kehamilan di rumah) meningkat.

Embrio terus tumbuh dan dapat dilihat sebagai bintik pada USGsekitar minggu ke 5 hingga 6 kehamilan. Umumnya dokter akan mendiagnosis kehamilan anembrionik dengan USG mulai minggu ke 7 kehamilan.  

Penyebab kehamilan anembrionik

Kehamilan anembrionik kebanyakan menyebabkan keguguran dini yang disebabkan oleh kelainan kromosom.  Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga dari keguguran sel telur akibat kelainan genetik. Telur yang dibuahi memiliki kromosom ekstra atau kehilangan satu kromosom.

Gejala atau tanda kehamilan anembrionik

Awalnya, blighted ovum mirip dengan kehamilan normal, seperti mendapatkan hasil tes kehamilan positif, mual pagi hari, nyeri payudara, hingga kembung. Namun, ketika sel telur yang dibuahi gagal berkembang menjadi embrio, kadar hCG mulai turun dan gejala kehamilan akan mulai menghilang.

Nah, pada saat ini kemungkinan Anda bisa mengalmai tanda-tanda keguguran seperti pendarahan dan kram. Dan berikut beberapa gejala yang mungkin juga termasuk:

  • Pendarahan hebat. Pendarahan ringan dan bercak bisa jadi normal di awal kehamilan. Namun, Anda harus segera ke rumah sakit jika mengalami pendarahan lebih banyak yang mirip dengan menstruasi.
  • Kram parah. Beberapa kram selama kehamilan juga sering terjadi, tetapi selalu pastikan untuk memeriksakan kram selama kehamilan jika Anda mersa khawatir. Terlebih lagi jika disertai gejala seperti perdarahan atau demam. Kram dapat menunjukkan komplikasi kehamilan lainnya, termasuk kehamilan ektopik.
  • Ultrasonografi abnormal. Dokter akan melihat kantung kehamilan yang lebih kecil dari yang diharapkan yang tidak mengandung embrio.
  • Tingkat hCG yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa tes darah memiliki tingkat yang lebih rendah dari hormon kehamilan hCG mulai sekitar enam hingga delapan minggu kehamilan pada kehamilan anembrionik.

Apa yang terjadi setelah keguguran?

Jika Anda telah menerima diagnose blighted ovum, diskusikan dengan dokter Anda apa yang harus dilakukan selanjutnya. Beberapa wanita mengalami dilatasi dan kuret atau yang dikenal dengan D&C, prosedur pembedahan yang sering dilaukan setelah keguguran.

Prosedur pembedahan ini dilaukan dengan melebarkan serviks dan mengangkat isi rahim. Karena D&C segera akan menghiangkan jaringan yang tersisa. Selain itu, hal ini juga dapat membantu ahli patologi untuk memeriksa jaringan dan memastikan alasan keguguran.

Selain prosedur bedah tersebut, menggunakan obat-obatan seperti misoprostol pada pasien rawat jalan bisa menjadi pilihan. Namun, mungkin diperlukan beberapa hari bagi tubuh Anda untuk mengeluarkan semua jaringan yang tersisa. Dengan obat ini, Anda mungkin mengalami lebih banyak pendarahan dan efek samping. Dengan kedua pilihan tersebut, Anda mungkin akan mengalami nyeri atau kram yang masih dapat diatasi dan diobati.

Namun, setelah keguguran dan kehamilan anembrionik, dokter mungkin akan menyarankan agar Anda menunggu setidaknya satu hingga tiga siklus menstruasi sebelum mencoba hamil kembali. Anda tak perlu khawatir, karena kemungkinan besar Anda akan mendapatkan kehamilan dan bayi yang sehat setelah ini. Semangat dan selamat mencoba kembali!

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*