Ketahui, 3 Kritikan yang Pernah Ada tentang Tes Rorschach!

Ketahui, 3 Kritikan yang Pernah Ada tentang Tes Rorschach!

Tes Rorschach atau dikenal juga dengan tes bercak tinta Rorschach adalah salah satu metode dalam psikologi untuk mendeskripsikan kepribadian berdasarkan apa yang dilihat dalam 10 bercak tinta. Tes ini sempat mencapai puncak popularitasnya di tahun 1960-an Tes Rorschach cukup populer pada tahun 1960-an untuk menilai kognisi dan kepribadian, serta mendiagnosis kondisi psikologis tertentu. Sayangnya, tes ini banyak menuai kritik di tahun 1990-an. Akhirnya, banyak orang yang mempertanyakan apakah tes Rorschach adalah tes psikologi yang valid atau tidak. 

Asal mula tes Rorschach

Tes bercak tinta ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1921 oleh Hermann Rorschach, seorang psikiater asal Swiss. Metode ini berawal saat Rorschach sedang menjalani studi psikiatrinya. Selama masa pelatihan, sekitar tahun 1918, Rorschach memperhatikan bahwa pasien dengan skizofrenia membuat asosiasi yang sangat berbeda dengan bercak tinta Klecksographie daripada orang normal. 

Rorschach adalah seorang penggemar berat permainan populer bernama Klecksographie di usia mudanya, sehingga sering dipanggil dengan sebutan Kleck. Permainan ini mengumpulkan kartu bercak tinta yang bisa dibeli dari toko-toko terdekat dan Rorschach, membuat asosiasi dan cerita dari bercak tinta tersebut. Beranjak dari sinilah, Rorschach akhirnya mengembangkan tes bercak tinta yang kini disebut juga tes Rorschach sebagai alat diagnostik untuk skizofrenia.

Seperti apa tes ini sebenarnya?

Rorschach telah melalui banyak penelitian untuk bisa menciptakan metode ini dan ditulis dalam bukunya yang berjudul Psychodiagnostik pada tahun 1921. Niatnya saat membuat tes tersebut bukanlah untuk mengembangkan tes kepribadian proyektif secara umum, melainkan untuk mendiagnosis skizofrenia.

Naasnya, buku Rorschach tidak begitu berhasil, dan dia meninggal secara mendadak di usia 37 tahun, tepat satu tahun setelah buku itu diterbitkan. Setelah itu, banyak para ahli psikolog yang menggunakannya dan memberikan penilaian terhadap buku ini. Inilah yang membuat tes Rorschach berkembang menjadi salah satu tes psikologi yang paling populer.

Kritikan yang pernah ada tentang tes Rorschach

Sebenarnya, kontroversi terkait reliabilitas dan validitas tes Rorschach telah hadir sejak pertama kali metode ini diperkenalkan. Bahkan, sebagian besar psikolog di Inggris mungkin menganggap Rorschach tidak masuk akal. Adapun kritikan terhadap Rorschach sendiri berpusat pada tiga hal.

Pertama, beberapa psikolog berpendapat bahwa orang juga memproyeksikan dunia bawah sadarnya ke bercak tinta saat di minta untuk menafsirkan tanggapannya. Contohnya, jika orang yang dites melihat bra, psikolog pria mungkin mengklasifikasikannya sebagai respons seksual. Lain halnya dengan psikolog wanita, mungkin mengklasifikasikannya sebagai pakaian.

Kedua, terkait validitasnya. Dengan kata lain, apakah tes Rorschach bisa mengukur apa yang seharusnya diukur? Dalam hal ini, Rorschach dengan jelas menyatakan argumennya bahwa tesnya itu digunakan untuk mengukur pemikiran yang tidak teratur, seperti yang dialami oleh penderita skizofrenia. Dalam hal ini, tes Rorschach memang tidak pernah diperdebatkan. Namun, apakah tes ini dapat mengukur kepribadian secara akurat atau tidak masih diperdebatkan hingga saat ini.

Terakhir, para kritikus menyarankan bahwa tes Rorschach kurang dapat diandalkan. Ini karena dua penguji yang berbeda mungkin saja menghasilkan interpretasi dua profil kepribadian yang berbeda untuk satu orang yang sama. 

Catatan

Meskipun tes Rorschach masih banyak pro dan kontra, banyak lembaga yang masih menggunakannya, termasuk di sekolah, rumah sakit, bahkan pengadilan. Tes ini dapat membantu mengidentifikasi kondisi mental dan penilaian terapi psikolog yang dapat diberikan.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*