Ketahui Jenis, Prosedur, dan Hasil Pemeriksaan Angiografi

Ketahui Jenis, Prosedur, dan Hasil Pemeriksaan Angiografi

Angiografi adalah salah satu pemeriksaan medis menggunakan teknologi foto rontgen dan zat pewarna khusus. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk melihat gambaran pembuluh darah dengan detail, khususnya pembuluh darah yang memperdarahi otot jantung.

Pada prosedur pemeriksaan angiografi, guna zat perwarna adalah untuk membuat warna pembuluh darah di hasil foto rontgen menjadi lebih terang. Dengan begitu, dokter dapat mendeteksi lebih mudah jika terdapat gangguan.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk mendeteksi kelainan atau sumbatan pada arteri koroner. Kelainan pembuluh darah yang dapat dideteksi melalui angiografi antara lain:

  • Penyempitan pembuluh darah
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Pelebaran, atau malformasi pembuluh darah

Jenis dan indikasi angiografi 

Angiografi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri. Namun, pemeriksaan angiografi juga terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

1. Angiografi jantung

Mungkin Anda lebih mengenal jenis angiografi ini dengan nama kateterisasi jantung. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi berikut:

Mengalami nyeri dada atau gejala lain dengan keluhan sesak napas, pusing, atau lelah

  • Kardiomiopati
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit jantung koroner
  • Pasien gagal jantung
  • Pasien penyakit katup jantung

Prosedur ini membantu dokter untuk mendeteksi penyakit pada organ jantung dengan cara berikut:

  • Menentukan lokasi penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah
  • Mengukur tekanan dan kadar oksigen pada jantung
  • Melihat fungsi pompa jantung
  • Mengambil sampel jaringan dari jantung untuk proses biopsi jantung

2. Angiografi paru

Jenis angiografi pada paru-paru dilakukan untuk mendeteksi adanya gumpalan darah atau kondisi lain yang menjadi penyebab penyumbatan darah di paru-paru. Beberapa kondisi medis yang dapat didiagnosa melalui pemeriksaan ini adalah:

  • Emboli paru atau gumpalan darah pada paru-paru
  • Malformasi arteri vena
  • Aneurisma
  • Penyempitan dinding pembuluh darah
  • Benda asing paada pembuluh darah

3. Angiografi otak

Angiografi otak atau disebut juga dengan angiografi serebral dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan pada pembuluh darah otak. Pemeriksaan ini juga dapat mengevaluasi kondisi arteri kepala dan leher sebelum pasien menjalani operasi. Lalu, pemeriksaan angiografi otak dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai kelainan pembuluh darah setelah pemeriksaan lain atau operasi dilakukan.

Prosedur pemeriksaan angiografi

Prosedur dalam melakukan pemeriksaan angiografi adalah sebagai berikut:

  • Dokter membuat sayatan pada kulit di selangkangan atau pergelangan tangan
  • Dokter akan memberikan bius lokal agar pasien tidak merasa kesakitan
  • Pada pasien anak-anak, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan bius total
  • Kateter adakan dimasukkan pada pembuluh darah arteri melalui sayatan yang telah dibuat sebelumnya
  • Kateter dipasang secara perlahan hingga mencapai pembuluh darah yang akan diperiksa, baik itu pada jantung, paru-paru, atau otak.
  • Setelah kateter sampai pada arteri yang dituju, kemudian dokter akan menyuntikkan zat pewarna kontras ke dalam kateter.
  • Dokter akan mengambil gambar X-ray

Pada saat zat pewarna kontras disuntikkan, pasien akan merasakan sensasi hangat pada seluruh tubuh. Namun, karena sebelumnya telah dilakukan bius pasien tidak akan merasakan nyeri.

Hasil Pemeriksaan Angiografi

Hasil pemeriksaan angiografi adalah gambar rontgen. Jika hasil adalah tidak normal, kemungkinan besar terjadi kelainan pada pembuluh darah pasien. Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mendeteksi penyebab kondisi ini, dan melakukan penanganan yang tepat.

Umumnya prosedur ini memakan waktu 30 hingga 50 menit dan kemudian pasien dapat langsung pulang. Setelah pulang, pasien dapat beristirahat minimal satu hari dan banyak mengonsumsi air putih agar zat pewarna kontras dapat keluar dari tubuh.

Jika terjadi komplikasi setelah Anda menjalani pemeriksaan angiografi, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*