Ketahui, Perbedaan Heavy Whipped Cream dengan Whipped Cream

Generasi milenial pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah makanan ini, terutama bagi para pecinta minuman jus, kopi, susu, atau teh. Penambahan toping pun sudah menjadi kebiasaan setiap membeli minuman kekinian. Menu toping yang ditawarkan sangat bervariasi, salah satu yang paling sering diminta adalah whipped cream atau krim kocok. Ternyata, heavy whipped cream dan whipped cream berbeda, lho. Meskipun sama-sama krim kocok,  tapi memiliki ciri khasnya masing-masing. Kira-kira, apakah perbedaannya? Cari tahu di sini, yuk!

Apa itu heavy whipped cream?

Sama dengan jenis krim lainnya, heavy whipped cream atau krim kocok kental adalah bagian susu mentah yang mengandung tinggi lemak. Saat susu segar diperas, secara alami akan terpisah menjadi krim dan susu. Krimnya akan naik ke atas karena mengandung lemak yang banyak.

Untuk membuat heavy whipped cream, krim mentah ini akan dipasteurisasi dan dihomogenisasikan terlebih dahulu. Metode ini melibatkan proses pemanasan dan pemberian tekanan tingkat tinggi pada krim untuk membunuh patogen, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan stabilitas.  

Sebagian besar heavy whipped cream juga mengandung zat aditif untuk membantu menstabilkan krim dan menjaga agar lemak tetap menyatu (tidak terpisah). Beberapa zat aditif tersebut adalah karagenan yang diekstrak dari rumput laut dan natrium kaseinat dari kasein protein susu.

Penggunaan heavy whipped cream

Heavy whipped cream dapat Anda gunakan untuk membuat berbagai variasi makanan dan minuman. Krim yang dikocok akan menyebabkan molekul lemaknya menggumpal. Setelah beberapa menit dikocok, krim yang cair tersebutakan berubah menjadi mentega. Cairan yang tersisa dari perubahan ini berupa buttermilk dan produk susu lainnya.

Heavy whipped cream juga digunakan untuk toping pada minuman kopi, makanan yang dipanggang, sup, dan makanan lainnya. beberapa orang yang mengikuti diet tinggi lemak, seperti diet ketogenik, menggunakan heavy whipped cream untuk menambahkan ekstra lemak ke dalam makanan dan minuman.

Kandungan zat gizi heavy whipped cream

Rata-rata, heavy whipped cream mengandung lemak yang tinggi, sehingga total kalorinya jadi ikut tinggi. Selain itu, krim kocok kental juga kaya kolin, vitamin larut lemak (A, D, E, K), dan mineral tertentu, seperti kalsium dan fosfor. Merujuk pada USDA, setiap 100 gram heavy whipped cream mengandung 400 Kalori, 3 gram protein, 43 gram lemak, dan 3 gram karbohidrat.

Meskipun krim kocok kental banyak mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk tubuh, mulai dari kesehatan mata, tulang, hingga otak. Namun, karena tinggi lemak, terutama lemak jenuhnya, konsumsi krim kocok kental maupun krim kocok biasa tetap harus dibatasi, agar tidak berisiko mengalami obesitas dan penyakit lainnya.

Bedanya heavy whipped cream dan whipped cream

Jenis krim kocok dikelompokkan berdasarkan kandungan lemaknya. Meskipun sama-sama merupakan krim kocok yang terbuat dari susu mentah, tapi keduanya adalah krim yang berbeda.

Heavy whipped cream setidaknya mengandung 36% lemak susu. Adapun whipped cream mengandung sekitar 30 – 35% lemak susu. Perbedaan kandungan lemaknya inilah yang menjadi ciri khas dari masing-masing jenis krim, di mana whipped cream memiliki tekstur yang lebih encer, sedangkan heavy whipped cream memiliki tekstur yang lebih kental.

Half and half adalah jenis krim lainnya yang terdiri dari setengah krim dan setengah susu. Kandungan lemak susunya sekitar 10 – 18% dan juga sering digunakan untuk membuat minuman kopi. Ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin mengurangi asupan lemak, tapi ingin mengonsumsi whipped cream. Kira-kira, lebih enak yang mana nih, whipped cream atau heavy whipped cream atau half and half, ya?

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*