Ketahui Perbedaan Letak Rahim Normal dan Abnormal

Letak rahim normal setiap perempuan bisa bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh posisi organ-organ lainnya yang berdekatan dengan rahim. Seperti apakah letak rahim yang normal itu? Berbahayakah jika ternyata letak rahim tidak normal? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Rahim adalah organ yang berongga, berdinding tebal, berotot, dan tersambung dari saluran reproduksi wanita (tuba fallopi) yang terletak di panggul bawah. Rahim berbentuk seperti buah pir terbalik. Ukuran rahim pada orang dewasa adalah sekitar 7,5 cm, lebar 5 cm di bagian atasnya, dan tebal mencapai 2,5 cm. Berat rahim kurang lebih 30-40 gram. Jika Anda pernah hamil sebelumnya, rahim Anda kemungkinan sedikit lebih besar dari ukuran ini.

Anatomi dan letak rahim normal.

Organ rahim  tersusun atas beberapa bagian, sehingga dapat menjalankan fungsinya, terutama sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan. Rahim terdiri atas 3 bagian utama, yaitu:

  • Fundus, merupakan bagian paling atas (titik masuk) rahim.
  • Tubuh, sebagai tempat terjadinya implantasi.
  • Serviks, merupakan mulut rahim yang terletak di bagian bawah dan berdekatan dengan vagina.

Letak rahim normal pada setiap wanita bisa saja berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan letak kandung kemih. Normalnya, rahim berada di panggul wanita yaitu di antara kandung kemih bagian depan dan rektum bagian belakang.

Akan tetapi, letak rahim bisa bervariasi di dalam panggul, yaitu rahim anteversi. Posisi rahim juga dapat ditentukan berdasarkan lokasi relatif fundus, yaitu rahim antefleksi. Oleh sebab itu, dikenal dua jenis letak rahim normal, yaitu antefleksi dan anteversi. Posisi antefleksi sejalan dengan serviks, sedangkan anteversi sejalan dengan vagina.

  • Antefleksi: bagian fundus rahim mengarah ke depan, ke bagian perut, sehingga posisi serviks menengadah ke depan.
  • Anteversi: rahim cenderung menuju permukaan depan tubuh.

Risiko letak rahim yang tidak normal.

Rahim dikatakan memiliki letak yang abnormal atau kelainan letak rahim apabila arahnya tidak sesuai letak seharusnya. Meskipun terlihat aneh, hal ini bisa saja terjadi pada sebagian wanita. Sementara itu, tidak semua kelainan letak rahim dapat menyebabkan menurunnya peluang kehamilan atau mengganggu kesuburan Anda. Beberapa letak rahim abnormal yang sering terjadi adalah sebagai berikut.

  • Retroversi uterus (rahim miring), yaitu posisi rahim yang seharusnya menghadap perut, justru terbalik menghadap ke belakang.
  • Prolapsus uteri, yaitu letak rahim seperti melorot, sehingga menonjol ke bagian vagina.
  • Perut gantung, merupakan letak rahim yang semakin menonjol ke depan, karena jaringan ikat dan otot-otot rahim mulai kendur.
  • Inversio uteri, yaitu terbaliknya posisi rahim jadi ke bawah akibat kesalahan dalam proses persalinan.

Dalam banyak kasus, kelainan retroversi uterus tidak dianggap sebagai kelainan, karena hanya mempengaruhi posisi rahim, bukan fungsi kerjanya. Rahim terbalik ini juga tidak akan memengaruhi peluang Anda untuk hamil. Hanya saja, terkadang letak rahim miring bisa menjadi pertanda dari kondisi medis tertentu, seperti endometriosis, yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda.

Adapun risiko pada kelainan letak rahim lainnya bisa menyebabkan infeksi vagina, proses persalinan berlangsung lebih lama, serta perdarahan. Pada kasus inversio uteri, dapat menyebabkan inversio menahun jika tim medis terlambat melakukan reposisi rahim. Apabila terjadi komplikasi perdarahan hebat, maka kemungkinan besar berujung dengan operasi pengangkatan rahim.

Catatan

Inilah perbedaan letak rahim normal dan abnormal yang harus Anda ketahui. Kondisi ini bisa dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan USG, terutama jika Anda telah mengalami gejala-gejala tertentu di bagian reproduksi. Selalu konsultasikan dengan dokter cara terbaik untuk proses persalinan sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh Anda.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*