Kuret Adalah Prosedur yang Harus Dilakukan Wanita setelah Keguguran, Bagaimana Prosedurnya?

Kuret adalah prosedur pembedahan yang dilakukan setelah seorang wanita mengalami keguguran. Tujuannya adalah agar sisa-sisa kehamilan bisa dikeluarkan. 

Dalam istilah medis, kuret adalah dilatasi dan kuretase (D&C). Banyak sekali rumor di masyarakat yang menyebut bahwa kuret itu menyakitkan, sehingga tak sedikit yang takut dan tidak melakukannya. 

Kuret adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dalam rahim

Apakah Benar Proses Kuret Itu Sakit?

Sebenarnya, prosedur kuret itu dilakukan dengan pembiusan atau anestesi. Jadi, tidak terlalu menyakitkan. Akan tetapi, kuret menyebabkan munculnya rasa kram mirip seperti menstruasi, dokter pun biasanya akan memberikan obat penghilang rasa sakit.

Sakit yang dihasilkan akibat kuret ini tergolong ringan. Anda juga akan merasa mual, pusing, atau muntah yang disebabkan akibat obat bius. Mungkin juga terjadi bercak atau pendarahan ringan setelah menjalani prosedur kuret ini.

Tapi, ada gejala-gejala yang tidak biasa yang jika dialami, Anda harus segera mengunjungi dokter. Gejala tersebut berupa:

  • Sakit perut
  • Perdarahan dalam jangka panjang dan berat
  • Mengalami demam
  • Cairan yang keluar dari vagina baunya busuk

Setelah melakukan kuret, Anda perlu beristirahat beberapa jam. Padahal, proses kuret sendiri sebentar, hanya 10-15 menit. Penting juga untuk tidak melakukan hubungan seksual setidaknya 2 minggu pasca kuret. Hal ini untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam rahim. Tenang saja, orang yang sudah melakukan kuret biasanya sudah bisa beraktivitas seperti biasa dalam 1-2 hari.

Prosedur Kuret

Kuret adalah alat yang bentuknya seperti sendok yang digunakan untuk mengikis lapisan dinding rahim secara perlahan. Dokter tentu akan memberikan Anda anestesi atau obat bius sebelum memulai prosedur. 

Anda juga perlu berdiskusi terkait obat bius yang akan diberikan dokter ini. Jika dokter memberikan anestesi umum, maka Anda sepenuhnya akan tidak sadar selama menjalani prosedur kuret. Jika anestesi spinal atau epidural, maka Anda tetap sadar, tapi tidak merasakan apa-apa dari pinggang ke bawah. Jika anestesi loka, maka Anda juga sadar sepenuhnya, akan tetapi terasa kebas di bagian serviks. 

Nantinya, selama menjalani prosedur kuret ini, Anda akan berbaring dengan kaki dinaikkan pada pijakan. Kemudian, doket memasukkan speculus ke vagina, sedangkan serviks ditahan dengan jepitan khusus. 

Dokter akan membersihkan serviks dengan larutan antiseptik. Sedangkan prosesnya sendiri tidak melibatkan jahitan maupun penyayatan. 

Berikut beberapa tahapan prosedur kuret, yaitu:

  • Pelebaran (dilation), yaitu proses melebarkan bagian serviks yang berguna untuk memasukkan alat medis
  • Kuret (Curettage), merupakan proses kuret yang dilakukan dengan cara mengikis lapisan uterus serta mengangkat bagian uterus dengan alat medis yang bentuknya seperti sendok dengan ukuran panjang. Bahkan, dokter juga bisa menggunakan kanula yang gunanya menghisap bagian-bagian yang masih tersisa di uterus untuk diperiksa ke laboratorium. 

Fugsi Kuret

Sebenarnya apa sih fungsi kuret ini? Setelah dijelaskan di atas, prosedur ini adalah untuk menangani kondisi tertentu pada rahim. Biasanya, kuret akan direkomendasikan oleh dokter jika seseorang mengalami perdarahan rahim abnormal, perdarahan pasca menopause, atau saat terdapat sel-sel endometrium abnormal.

Nanti, dokter akan mengumpulkan sampel jaringan lapisan rahim untuk diuji di lab. Guna dilakukan pengujian ini untuk mendeteksi hiperplasia endometrium atau kondisi pra kanker, kanker rahim, dan polip uterus.

Dalam penanganan kuret sendiri, dokter akan membersihkan dan mengeluarkan jaringan di rahim setelah seseorang mengalami keguguran atau menjalani aborsi. Selain itu kuret juga untuk menghilangkan hamil anggur, menghilangkan polip serviks atau uterus, dan membersihkan plasenta yang tertinggal di rahim. 

Memang komplikasi kuret ini jarang sekali terjadi. Akan tetapi ada beberapa risiko dari menjalani kuret adalah adanya lubang rahim (perforasi uterus), muncul jaringan parut di dinding rahim, kerusakan serviks, dan juga infeksi. Jadi pastikan Anda berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu terkait berbagai kekhawatiran Anda.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*