Lidah Geografik, Penyakit Yang Menyerang Anak – Anak

Lidah geografis adalah kondisi munculnya area yang tidak teratur, halus, dan berwarna merah pada lidah, yang berbentuk seperti peta. Kondisi ini muncul pada bagian atas dan samping lidah, dan kadang di bawah permukaan. Biasanya ada garis-garis berombak putih di sebelah area.

image Lidah Geografik

Anda dapat menyadari dalam beberapa minggu atau bulan, posisi garis-garis dan area merah akan berubah. Bercak-bercak (lesi) ini membuat lidah berpola seperti peta. Lesi sering sembuh di satu area, kemudian pindah (bermigrasi) ke bagian lain di lidah Anda. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, lidah geografis tidak menyebabkan masalah kesehatan dan tidak terkait dengan infeksi atau kanker.

Lidah geografik ini menyerang semua kalangan baik itu anak – anak maupun orang dewasa. Hanya saja, biasanya lidah geografis ini menyerang anak – anak. Lidah geografik memang bukan penyakit yang berbahaya, tetapi Anda sebagai orang tua harus tetap waspada jika anak Anda mengalami gejala seperti ini.

  • Anak mengalami masalah pernapasan
  • Anak mulai susah mengunyah, menelan, ataupun berbicara
  • Lidah anak mengalami pembengkakan
  • Muncul luka pada lidah yang tidak membaik dalam waktu 7-10 hari

Jika terdapat gejala-gejala tersebut, segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Setelah melihat gejala seperti itu, untuk memastikan apakah benar terkena lidah geografik, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk memeriksa kelenjar getah bening, suhu tubuh untuk mendeteksi demam, dan sebagainya. Pemeriksaan ini dilakukan secara detail agar dokter tidak salah dalam memberikan diagnosa. Berikut serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan terkena lidah geografik atau tidak.

  1. Tes darah

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi ada tidaknya peradangan, infeksi, atau kekurangan nutrisi. Tes darah juga memungkinkan dokter untuk mengetahui ada tidaknya penyakit lain yang mungkin menyebabkan lidah geografik.

  1. Biopsi pada mukosa lidah

Pengambilan sampel jaringan di permukaan lidah mungkin diperlukan apabila lidah geografik tidak juga menghilang dalam beberapa minggu.

Penyakit lidah geografik ini memang menyerang semua kalangan, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Faktor yang terkait dengan meningkatnya risiko terkena lidah geografik.

  1. Riwayat keluarga. Beberapa orang dengan lidah geografis memiliki sejarah keluarga terhadap penyakit ini, faktor keturunan genetik dapat meningkatkan risiko.
  1. Lidah pecah-pecah. Orang dengan lidah geografis seringkali memiliki kelainan lain yang disebut lidah pecah-pecah, tampak retakan atau alur pada permukaan lidah.

Lidah geografis ini bukan termasuk penyakit yang berbahaya jika segera mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, lidah geografis akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Namun, jika gejala memburuk dan tidak hilang dalam beberapa minggu, maka pengobatan yang biasanya dilakukan seperti ini.

  • Obat pereda nyeri dan ketidaknyaman seperti ibuprofen dan naproxen sodium
  • Obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi peradangan seperti kortikosteroid yang diaplikasikan langsung ke lidah atau antihistamine kumur
  • Menghindari makanan yang memicu iritasi menjadi lebih parah seperti makanan yang terlalu panas, pedas, dan asam
  • Mengonsumsi vitamin B dan suplemen Zinc

Meskipun lidah geografis mungkin terlihat mengkhawatirkan, tetapi kondisi peradangan lidah tidak menjadi pertanda masalah kesehatan tertentu dan juga tidak terkait dengan infeksi atau kanker tertentu. Namun, ada baiknya untuk tetap menjaga kesehatan lidah dengan tidak lupa membersihkannya dengan pembersih lidah khusus untuk membantu mencegah berbagai masalah pada lidah. Namun, jika menemukan gejala dari lidah geografik ini segera periksa ke dokter agar kondisi tidak semakin memburuk.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*