Lidah Perih, Salah Satu Ciri Mulut Tidak Sehat

Sering merasa lidah perih? Kenali beberapa ciri mulut tidak sehat yang kerap diabaikan.

Kesehatan mulut kerap diabaikan banyak orang, terutama jika Anda merasa rajin sikat gigi dan tidak mengalami nyeri sama sekali. Padahal, ketika lidah perih dan bau mulut tidak enak, maka ini adalah indikasi awal yang memungkinkan adanya gangguan pada kesehatan mulut. Lebih lengkapnya, mari cari tahu ciri mulut tidak sehat berikut ini.

1. Perdarahan dan sakit gusi

Gusi yang sakit atau berdarah merupakan tanda awal penyakit gusi dan akan menjadi semakin parah. Penyakit gusi bisa menjadi lebih parah pada orang dengan kondisi yang menderita diabetes dan memiliki daya tahan tubuh lemah terhadap infeksi. Keadaan ini membuat gusi Anda berisiko mengalami peradangan karena bakteri yang hidup di dalam plak. 

2. Kekuatan gigi rapuh

Gigi yang mudah bergerak atau rontok secara tidak terduga merupakan tanda penyakit gusi. Kehilangan gigi juga bisa menjadi salah satu tanda awal osteoporosis, akibat adanya penurunan kepadatan tulang dan pelemahan tulang.

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara osteoporosis dan pengeroposan tulang di rahang, yang menjadi indikasi mulut tidak sehat. Terutama pada manula, gigi tanggal dapat terjadi ketika osteoporosis mempengaruhi rahang. Kehilangan gigi mempengaruhi sekitar sepertiga orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Wanita dengan osteoporosis tiga kali lebih rentan mengalami kehilangan gigi dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut. 

3. Perubahan permukaan gigi dan enamel

Erosi dan enamel gigi dapat menyebabkan gangguan makan atau masalah refluks asam. Akibatnya, Anda bisa mengalami muntah yang berlebihan, seperti para penderita bulimia dan dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut lainnya seperti mulut kering, bibir kering serta pecah-pecah, kehilangan enamel gigi, lidah perih, gigi sensitif dan kelenjar ludah membengkak.

4. Bau Mulut (Halitosis)

Bau mulut bisa terjadi akibat mulut kering atau makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Namun penyakit gusi dan radang gusi juga bisa menyebabkan kambuhnya bau mulut yang mengganggu. Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol serta perokok aktif juga kerap mengalami bau mulut, akibat kandungan nikotin yang merusak email gigi dan gusi.

Selain gigi dan gusi, bau mulut yang terus berlanjut dapat disebabkan oleh masalah kesehatan mendasar tertentu yang memerlukan perhatian medis. Kondisi tersebut meliputi, sariawan yang menyebabkan gusi dan lidah perih, infeksi sinus, infeksi paru-paru kronis, penyakit hati atau ginjal, masalah gastrointestinal, diabetes, luka pada mulut, bercak, atau benjolan.

5. Munculnya benjolan pada lidah atau mulut

Kanker mulut adalah salah satu bentuk kanker paling umum di Amerika Serikat. Kondisi ini sering ditandai dengan adanya bintik putih atau merah kecil yang menyebabkan mulut terasa sakit dan paling sering terjadi pada orang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol dan perokok. 

Selanjutnya Anda akan merasakan adanya benjolan atau jaringan tidak beraturan pada bagian mulut, pipi dan leher. Kanker mulut membutuhkan treatment yang lebih intens sehingga tidak dapat diatasi sendiri secara mandiri di rumah. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter untuk tindak pengobatan lebih lanjut.

Apabila kamu mengalami gejala seperti di atas, mulai dari lidah perih, sariawan secara terus menerus, bau mulut, hingga gusi bengkak tanpa sebab, sebaiknya segera lakukan pengecekan. Jangan lupa untuk selalu merawat kesehatan mulut dengan rajin menggosok gigi dan menghindari konsumsi makanan atau minuman yang memicu kondisi mulut semakin buruk. Bagi perokok aktif, sebaiknya mulai kurangi kebiasaan tersebut, untuk terhindar dari penyakit serius seperti kanker mulut.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*