Mengenal Apa Itu Terapi Komplementer

Terapi komplementer merupakan jenis-jenis terapi yang digunakan bersama dengan pengobatan medis untuk membantu penyembuhan penyakit tertentu. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai pengobatan alternatif yang juga sering digunakan sebagai pengganti obat atau perawatan konvensional.

Apa Itu Terapi Komplementer?

Ada banyak istilah lain dari terapi komplementer seperti terapi alternatif, pengobatan alternatif, pengobatan tradisional hingga terapi holistik. Banyak orang Indonesia yang menggunakan pengobatan alternatif sebagai cara lain untuk menyembuhkan penyakitnya.

Terapi komplementer memiliki filosofi atau keyakinan seperti:

  • Penyakit terjadi karena adanya ketidakseimbangan dalam tubuh.
  • Tubuh mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan mempertahankan kesehatan jika diberikan kondisi yang tepat.
  • Semuanya harus diobati bukan hanya penyakit dan gejalanya saja.
  • Terapi dimulai dari yang lembut hingga paling keras.
  • Tidak ada penyembuhan yang cepat karena semuanya memerlukan waktu.
  • Bahan alami lebih baik daripada produk sintetis.

Terapi Komplementer vs Pengobatan Konvensional

Pengobatan konvensional didasarkan dengan sains dan evaluasi yang ketat dan telah teruji secara klinis. Pengobatan konvensional dilakukan oleh dokter dengan menggunakan obat-obatan yang telah diuji berkali-kali untuk melihat seberapa baik kinerja obat-obatan tersebut. Keputusan pengobatan yang dilakukan dokter juga berdasarkan dengan bukti penelitian dan penilaian klinis.Karena itu, ketika Anda sakit tidak disarankan untuk mengonsumsi obat tanpa resep dokter.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk terapi komplementer, karena hasil dari penelitian masih beragam dan kurang pasti. Ada beberapa jenis terapi yang terbukti efektif sama seperti pengobatan tradisional dan ada juga yang belum teruji sama sekali.

Pengobatan alternatif maupun konvensional sering dilakukan bersamaan untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit. Namun Anda wajib memberitahukan dokter mengenai pengobatan alternatif yang sedang Anda lakukan termasuk jika Anda mengonsumsi ramuan herbal. Karena bisa saja pengobatan alternatif yang Anda lakukan bisa menimbulkan efek samping jika dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis.

Salah satu penyakit yang biasanya menggunakan bantuan terapi komplementer adalah kanker. Penderita kanker dapat melakukan terapi komplementer bersamaan dengan pengobatan medis yang berguna untuk:

  • Mengurangi efek samping pengobatan kanker.
  • Meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional.
  • Meningkatkan pemulihan dari kanker.

Alasan Orang Menggunakan Terapi Komplementer

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa orang-orang memilih melakukan pengobatan alternatif, seperti:

  • Merasa tidak puas dengan pengobatan medis yang mereka lakukan.
  • Merasa tidak puas dengan pelayanan dokter.
  • Mendapatkan info mengenai manfaat dan keamanan pengobatan alternatif.
  • Mereka percaya jika pengobatan alternatif minim efek samping.
  • Pengobatan alternatif memiliki harga yang cenderung lebih ekonomis jika dibandingkan pengobatan medis di rumah sakit.

Jenis Terapi Komplementer

Ada beberapa jenis terapi komplementer yang sering cukup populer di kalangan masyarakat, seperti:

  1. Akupuntur

Metode pengobatan tradisional Tiongkok kuno dengan menusukkan jarum ke titik-titik tertentu di tubuh yang dapat memengaruhi impuls saraf.

  1. Minyak Esensial

Saat ini semakin banyak masyarakat yang melakukan pengobatan dengan bantuan minyak esensial yang berasal dari tumbuhan. Biasanya orang menggunakannya dengan cara menghirup aromanya, dioleskan atau dipijat pada bagian tubuh yang sakit.

  1. Pijat Refleksi

Pijat yang dilakukan pada kaki yang percaya jika pada bagian kaki terdapat zona yang mengalir di tubuh. Pijat refleksi melakukan penekanan pada bagian kaki untuk meningkatkan suplai darah dan membawa keseimbangan di tubuh.

  1. Pengobatan Herbal

Salah satu jenis terapi komplementer yang cukup sering dilakukan masyarakat Indonesia secara mandiri di rumah. Menggunakan tanaman obat untuk mengatasi penyakit, seperti jahe untuk mengatasi mual dan gangguan pencernaan.

  1. Yoga

Teknik pernapasan pada yoga mampu meningkatkan kontrol napas dan fungsi tubuh. Dalam sebuah studi menunjukkan jika teratur melakukan yoga mampu menormalkan tekanan darah.

Agar mendapatkan terapi komplementer yang tepat, usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter yang menangani Anda. Dan usahakan untuk memilih pengobatan alternatif dengan terapis yang sudah tersertifikasi dan berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*