Memahami Transfer Embrio

Transfer embrio dilakukan dengan memilih sel telur terbaik, yang nantinya dipindahkan ke rahim.

Transfer embrio adalah prosedur yang mengacu pada langkah dalam proses reproduksi berbantuan di mana embrio ditempatkan ke dalam rahim wanita dengan maksud untuk membangun kehamilan.  Teknik transfer embrio sendiri sering digunakan sehubungan dengan fertilisasi in vitro (IVF). 

Mentransfer embrio yang telah dibuahi ke rahim wanita adalah bagian penting dari proses fertilisasi in vitro. Terdapat beberapa hal yang diharapkan selama proses transfer embrio, serta beberapa resiko dan tindakan pencegahan untuk dipertimbangkan.  

Transfer embrio adalah bagian terakhir dari proses fertilisasi in vitro (IVF) atau yang lebih dikenal dengan bayi tabung. Selama IVF, obat kesuburan digunakan untuk merangsang ovarium agar melepaskan sel telur yang sehat. 

Telur-telur ini kemudian dikeluarkan dari indung telur wanita dan dibuahi di laboratorium. Setelah sel telur yang telah dibuahi berkembang biak, embrio dipindahkan ke rahim wanita. Untuk memulai kehamilan, embrio yang sudah ditransfer tersebut harus menempel pada dinding rahim atau rahim wanita yang mendapatkan.

Apakah transfer embrio selalu dibutuhkan? IVF dan transfer embrio diperlukan dalam kasus dimana pembuahan alami bukanlah suatu pilihan atau mengalami kesulitan untuk terjadi. Terdapat banyak alasan untuk transfer embrio, termasuk:

  • Gangguan ovulasi: Jika ovulasi jarang terjadi, lebih sedikit sel telur yang tersedia untuk keberhasilan pembuahan.
  • Kerusakan saluran tuba: Tabung tuba adalah jalan yang dilalui oleh embrio untuk mencapai rahim. Jika tabung menjadi rusak atau rusak, sulit bagi telur yang dibuahi untuk mencapai rahim dengan aman.
  • Endometriosis: Ketika jaringan dari rahim Anda tertanam dan tumbuh di luar rahim. Hal ini dapat mempengaruhi cara kerja sistem reproduksi wanita.
  • Kegagalan ovarium prematur: Jika ovarium gagal, mereka tidak menghasilkan estrogen dalam jumlah normal atau melepaskan telur secara teratur.
  • Fibroid rahim: Fibroid adalah tumor kecil dan jinak di dinding rahim. Mereka dapat mengganggu kemampuan telur untuk menanam dirinya di dalam rahim dan mencegah kehamilan.
  • Gangguan genetik: Beberapa kelainan genetik diketahui mencegah kehamilan terjadi.
  • Gangguan produksi sperma: Pada pria, produksi sperma rendah, pergerakan sperma yang buruk, kerusakan pada testis, atau kelainan air mani adalah alasan mengapa pembuahan alami bisa gagal.

Jika Anda yang telah didiagnosis dengan kondisi di atas, Anda dapat mempertimbangkan IVF dan mengikuti opsi transfer embrio.

Masih ada perbedaan dalam praktik mengenai berapa banyak embrio yang ditransfer ke dalam rahim wanita. Dalam banyak kasus, hanya satu embrio yang dibuahi dipindahkan ke rahim, sementara dokter lain percaya bahwa dua embrio yang dibuahi meningkatkan kemungkinan kehamilan yang sukses.

Menurut pedoman yang ditetapkan oleh International Journal of Gynecology and Obstetrics, jumlah embrio segar yang akan ditransfer bervariasi sesuai dengan usia dan pandangan wanita. Dalam banyak kasus, tidak lebih dari dua embrio akan digunakan.  Untuk wanita di bawah usia 35 tahun dengan peluang kehamilan yang sangat baik, dokter akan mempertimbangkan untuk menggunakan hanya satu embrio.

Tingkat keberhasilan untuk transfer embrio dapat bervariasi berdasarkan metode transfer yang digunakan. Tingkat keberhasilan individu dapat bervariasi dan mungkin tergantung pada penyebab infertilitas, latar belakang etnis, dan kelainan genetik.

Resiko transfer embrio sendiri sangat rendah.  Risiko-risiko ini sebagian besar terkait dengan peningkatan stimulasi hormon, yang menyebabkan peningkatan risiko seperti gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah.

Tags: , ,

Agar Sempurna, Hindari Hal-Hal Ini Setelah Filler Hidung

Proses suntik filler hidung hanya berlangsung kurang dari satu jam.

Saat ini filler hidung di Indonesia sangat banyak diminati oleh para wanita untuk menunjang penampilannya. Banyak yang beranggapan bahwa bentuk hidung yang sempurna merupakan salah satu ciri kecantikan. 

Filler hidung adalah tindakan medis yang dilakukan untuk memperbaiki tampilan hidung dengan menyuntikkan gel khusus ke bagian hidung tertentu. Wanita yang menginginkan hidung yang mancung melakukan filler sebagai jalan alternatif pengganti operasi hidung. Untuk hasil filler terbaik, berikut ini beberapa pantangan setelah melakukan filler. 

  • Menghindari Benturan 

Pasca melakukan perawatan filler hidung, sebaiknya Anda menjaga area filler agar tidak terbentur. Sebab, bagian filler tersebut masih lunak sehingga memiliki kemungkinan untuk berubah bentuk jika mendapat tekanan atau bahkan benturan. 

Untuk mendapatkan hasil filler yang diinginkan, setidaknya usahakan dalam waktu sekitar 3 sampai 7 hari untuk menjaga area wajah yang di-filler agar tidak terbentur atau mendapat tekanan. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam beraktivitas agar hasil filler tetap sempurna.

  • Memakai kacamata

Bagi Anda yang melakukan filler pada area hidung, pantangan setelah injeksi filler yaitu memakai kacamata. Sebab, tekanan dari kaca mata pada pangkal hidung yang mana merupakan salah satu area filler yang masih lunak akan membuat bentuk dan hasil filler Anda tidak sempurna, bahkan bentuk yang didapatkan tidak sesuai harapan Anda. 

Bagi Anda yang sehari-hari menggunakan kacamata mungkin agak kesulitan dalam melakukan beraktivitas, untuk sementara waktu Anda bisa menggunakan softlens sebagai pengganti kacamata.

  • Melakukan Aktivitas Berat

Setelah melakukan perawatan filler hidung, Anda tidak diperkenankan melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga, mengangkat beban berat, bersepeda, dan lain sebagainya. Sebab, pada saat Anda melakukan aktivitas tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan jantung Anda, yang dapat menyebabkan memar pada area filler. Untuk sementara waktu, Anda disarankan untuk mengurangi kegiatan berat untuk hasil filler tetap terjaga.

  • Hindari Paparan Sinar Matahari 

Pasca melakukan perawatan filler hidung, area injeksi filler masih sangat sensitif. Selain Anda harus mengurangi aktivitas berat, Anda juga harus menghindari paparan panas seperti sinar matahari langsung, laser wajah, atau perawatan sauna. 

Jika Anda ingin beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya Anda menghindari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga filler Anda tetap dalam kondisi yang baik. Anda bisa menggunakan payung atau topi dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

  • Menggunakan Kosmetik

Pantangan setelah melakukan filler hidung berikutnya adalah menggunakan kosmetik dengan bahan tertentu. Tidak semua kosmetik aman digunakan pada wajah yang baru saja mendapatkan injeksi filler. Selama kurun waktu 24 sampai 48 jam pasca injeksi filler, Anda tidak diperkenankan menggunakan kosmetik yang mengandung AHA, Retinol, Vitamin C, atau produk kosmetik berbasis minyak. Kandungan pada kosmetik tersebut dapat mempengaruhi hasil dari filler pada wajah Anda.

Sebelum menggunakan kosmetik, sebaiknya Anda lebih teliti mencari tahu apa saja bahan-bahan yang terkandung pada kosmetik milik Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dermatologis atau dokter kulit yang ahli dan berpengalaman, sehingga kesehatan kulit terjaga dan hasil filler menjadi lebih sempurna.

Anda tidak perlu merasa khawatir untuk melakukan perawatan filler hidung karena filler merupakan perawatan yang aman. Namun, terdapat beberapa pantangan yang harus Anda perhatikan setelah melakukan filler untuk mendapatkan hasil terbaik. Setelah melakukan filler hidung Anda perlu menahan diri untuk melakukan treatment wajah. Karena beberapa treatment wajah cenderung memiliki gerakan yang membuat asam hialuronat dari filler berubah.

Tags: ,

Waspada Radang Telinga Tengah Pada Anak

Jika bayi menjadi rewel sambil menggaruk-garuk kupingnya, Anda perlu waspada. Kondisi tersebut bisa jadi pertanda bahwa ia sedang menderita penyakit radang telinga tengah atau yang lebih dikenal juga dengan otitis media. Bayi dan anak-anak usia 6 hingga 2 tahun memang rentan terhadap penyakit radang telinga tengah ini. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk secara sempurna.

Selain itu, karena bayi belum fasih berbicara, anak-anak pun menunjukkan beberapa gejala yang khas ketika terkena radang telinga tengah ini. Selain menggaruk-garuk telinga, pertanda lain yang bisa Anda curigai adalah:

  • Menangis atau rewel ketika dibaringkan ke sisi telinga yang terasa sakit.
  • Menarik-narik telinga.
  • Keluar cairan dari telinganya.
  • Sulit tidur
  • Sering menangis dan lebih rewel dari biasanya
  • Kesulitan mendengar atau merespon suara
  • Kehilangan keseimbangan
  • Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius
  • Kehilangan nafsu makan

Gejala ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menginfeksi bagian telinga tengah. Infeksi ini juga bisa menjadi kelanjutan dari pertanda penyakit lainnya, seperti flu dan alergi yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan, tenggorokan, serta saluran penghubung telinga tengah dan bagian belakang hidung.

Tips mengobati radang telinga tengah pada anak

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah jangan membersihkan cairan telinga dengan cotton bud, apalagi sampai memasukkan ke lubang telinga. Cairan telinga cukup diseka dengan lap bersih atau kain kasa pada bagian luar lubang telinga.

Selanjutnya, Anda perlu membawa anak ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) untuk diperiksa. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan jika perlu anak bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri.

Jika kondisinya sudah membaik, sebisa mungkin jaga kesehatan anak agar radang telinga tengah tidak kambuh lagi. Caranya dengan melakukan vaksinasi, memastikan lingkungan anak bebas dari asap rokok, dan menghindari bayi minum susu dalam keadaan berbaring. Jika penyakit timbul berulang dan semakin parah, dokter akan melakukan tindakan prosedur berupa operasi.

Tags:

Bahaya Penyakit Hati karena Hepatitis C yang Dapat Picu Kanker Hati

Proses peradangan merupakan tahap pertama dari penyakit hati yang dapat berujung pada kegagalan fungsi hati secara total. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu peradangan pada hati, namun faktor yang paling umum terjadi adalah akibat infeksi virus hepatitis. Lebih tepatnya, hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang dapat menyebabkan peradangan kronis hingga memicu sirosis hati atau bahkan kanker hati.

Data menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 170 juta orang di dunia terinfeksi hepatitis C. dari jumlah tersebut, hampir setengahnya tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Berbeda dengan infeksi hepatitis B, hingga saat ini belum ditemukan pencegahan efektif untuk hepatitis C. Walaupun begitu, prosedur pengobatan untuk infeksi ini terus mengalami perkembangan, sehingga infeksi ini tetap dapat ditangani dengan baik.

Penularan infeksi hepatitis C diketahui melalui darah. Beberapa aktivitas yang dapat meningkatkan risiko tertular hepatitis C adalah:

  • Menggunakan jarum suntik narkoba secara bersama.
  • Menggunakan jarum suntik untuk tato atau tindik secara berulang.
  • Mendapatkan donor darah dari penderita hepatitis C.
  • Penggunaan alat medis yang tidak higienis dan steril.

Beberapa hal yang disebutkan di bawah ini juga memiliki risiko sebagai sumber penularan hepatitis C, seperti:

  • Penggunaan alat cukur, sikat gigi, gunting kuku, dan juga peralatan yang terkena kontaminasi darah secara bersama-sama.
  • Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis C tanpa menggunakan perlindungan.
  • Ibu hamil yang merupakan penderita hepatitis C dapat menularkan infeksi tersebut pada bayi yang dikandung.
  • Tenaga medis yang tanpa sadar tertusuk jarum suntik terkontaminasi.

Dari informasi di atas, Anda dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dihindari agar tidak tertular infeksi virus hepatitis C. Anda dapat melakukan langkah-langkah pencegahan, sebagai berikut:

  • Hindari menggunakan narkoba, terutama narkoba yang menggunakan jarum suntik.
  • Pilih tempat untuk membuat tato atau tindikan yang sudah terpercaya. Periksa juga kebersihan dari tempat tersebut termasuk peralatan yang digunakan.
  • Terapkan perilaku hubungan seksual yang aman.

Tags:

Mengenal Tentang Paracetamol, Obat Demam Sejuta Umat

Anda pasti tidak asing lagi dengan obat bernama paracetamol. Paracetamol merupakan salah satu obat untuk mengatasi demam dan menjadi obat demam andalan banyak orang. Nama paracetamol sendiri merupakan nama generik. Seringkali kita menemukan obat ini dengan nama lain yang sering dijumpai di warung atau minimarket terdekat. Tidak heran, obat ini mudah didapat karena tergolong obat yang dapat dibeli tanpa resep dari dokter.

Tidak hanya untuk atasi demam atau antipiretik, paracetamol juga merupakan obat analgetik atau Pereda nyeri. Biasanya untuk mendapatkan fungsinya berbeda, dokter akan mengatur dosis atau obat paracetamol yang diberikan ke pasien. Selain itu, paracetamol juga dapat ditemui dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, kaplet, sirup, hingga supositoria (berbentuk seperti peluru, penggunaan lewat anus.

Meskipun tergolong obat bebas, penggunaan paracetamol juga tetap perlu diperhatikan dengan baik dan hati-hari. pasalnya, dengan dosis sekali minum dan jumlah maksimal dosis yang dapat digunakan dalam 24 jam atau satu hari. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet 500mg. biasanya dosis sekali minum orang dewasa adalah 500mg. penggunaan obat ini dapat diselang 4 jam dari pemberian sebelumnya. Namun, dalam 24 jam, batas maksimal paracetamol yang dapat dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 4 gram atau 8 tablet 500mg.

Tentunya jumlah ini berbeda pada anak-anak di bawah usia 12 tahun atau 12 tahun dengan berat badan yang kurang normal pada usianya. Pada setiap bungkus obat paracetamol dengan nama lain biasanya ada pembagian dosis berdasarkan usia, sehingga Anda perlu membacanya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Akan tetapi, dosisi obat akan lebih baik jika diperhitungkan oleh dokter. Jika demam tidak kunjung turun setelah konsumsi obat paracetamol, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Terutama jika demam terjadi pada anak-anak usia kurang dari 5 tahun. Demam yang tinggi pada anak dalam kategori usia tersebut memiliki resiko terjadinya kejang. Paracetamol memang obat sejuta umat, namun Anda tetap harus bersikap bijak dalam menggunakan obat demam yang satu ini.

Tags:

Sering Alami Nyeri Punggung Kiri? Berikut Alasan Penyebabnya

Nyeri punggung merupakan hal yang umumnya terjadi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera olahraga, salah postur tubuh, stres, hingga obesitas. Namun, jika sakit nyeri ini hanya terasa pada salah satu sisi saja, seperti nyeri punggung kiri, hal ini perlu dicari tahu lebih lanjut.

Nyeri punggung kiri pada dasarnya dapat sembuh sendiri tanpa perlu prosedur medis khusus. Namun, dalam beberapa kasus dan penyebab tertentu, nyeri punggung kiri perlu diatasi dengan serius. Lalu, seperti apa penyebab nyeri punggung khusus secara jelasnya? Berikut penjelasannya.

  • Cedera pada otot punggung

Perlu diketahui, bahwa cedera punggung dapat terjadi pada otot, sendiri, dan cakram tulang belakang yang dapat menyebabkan rasa nyeri punggung kiri atau kanan. Kondisi ini umumnya tergolong sebagai cedera ringan. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi akibat dari benturan yang terjadi ketika berolahraga atau mengalami kecelakaan.

Cedera yang terjadi pada otot dan cakram tulang belakang cenderung menyebabkan rasa sakit pada bagian tengah punggung. Jika rasa sakit yang dirasa berasal dari nyeri punggung di bagian kiri atau kanan, maka kondisi tersebut kemungkinan besar adalah cedera otot.

Kondisi ini dapat terjadi akibat kebiasaan berdiri atau duduk yang condong berat pada satu sisi saja. Seseorang dengan artritis pada pinggul kanan akan menyesuaikan cara berjalannya agar mengurangi risiko jatuh dan rasa sakit pada pinggul kanan. Namun, hal tersebut dapat berdampak pada nyeri pada punggung kiri.

  • Adanya masalah pada tulang

Beberapa masalah pada tulang, seperti artritis, tulang tumbuh yang menonjol (osteorofi), atau spinal stenosis (adanya penyempitan rongga tulang belakang), dapat menimbulkan rasa sakit pada punggung. Rasa nyeri yang dirasakan pada punggung kiri atau kanan tersebut dapat menyebar ke kaki atau menyebabkan kaki terasa lemah.

  • Adanya gangguan pada organ dalam

Nyeri punggung kiri atau kanan juga dapat disebabkan oleh gangguan dari organ dalam yang terletak pada sisi tersebut. Nyeri tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan pada ginjal, pankreas, usus besar atau uterus.

Jika rasa nyeri punggung kiri atau kanan tersebut disertai dengan rasa sakit ketika buang air kecil dan demam, kondisi tersebut dapat menjadi gejala adanya infeksi ginjal. Selain itu, gangguan pada usus besar dan gangguan pada rahim juga merupakan penyebab lain dari rasa nyeri punggung kiri atau kanan tersebut.

Tags:

Intip Cara Efektif Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak-Anak

Beberapa tahun ke belakang, teknologi telah menjadi sesuatu yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Penggunaan teknologi ini tidak terikat pada umur seseorang. Rasanya, kelompok umur berapa pun akrab dengan teknologi, khususnya gadget. Tidak heran penggunaan teknologi ini sering berujung pada perilaku kecanduan gadget.

Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Medis Anak Cohen di New York yang mengambil data dari 65 keluarga, menyatakan bahwa setidaknya 97% dari responden memiliki perangkat digital layar sentuh. Dari data tersebut juga menunjukkan, bahwa secara umum anak-anak sudah mulai menggunakan gadget pada usia 11 bulan atau kurang dari setahun. Hal ini menegaskan fakta, bahwa banyak anak yang lebih mahir menggunakan perangkat digital, bahkan sebelum mereka dapat berbicara, membaca, atau melakukan kegiatan lain.

Waspadai Perilaku Kecanduan Gadget yang Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Perilaku kecanduan gadget ini cukup berbahaya bagi anak. Pasalnya, anak akan secara terus menerus menggunakan gadget hingga ia tidak memiliki ketertarikan akan hal lain. Idealnya, pada usia awal pertumbuhan anak, mereka perlu untuk dibimbing melakukan kegiatan yang dapat bermanfaat pada pertumbuhan fisik dan psikis.

Lois Holzman selaku Direktur East Side Institute mengatakan bahwa kegiatan bermain dapat membantu anak untuk tumbuh secara sehat. Kegiatan bermain dapat membantu anak dalam proses pertumbuhannya untuk menjadi manusia sosial. Ketika bayi bermain dengan orang tua, proses tersebut melibatkan keterampilan bahasa dan berkomunikasi. Pada saat inilah, seharusnya bayi mulai belajar.

Cara untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak

The Bezos Foundation, sebuah Yayasan yang didirikan oleh CEO Amazon, Jeff Bezos, merancang sebuah program bernama Vroom yang bertujuan untuk membantu orang tua mengatasi perilaku kecanduan gadget pada anak. Dari program ini, orang tua akan belajar untuk membangun interaksi dengan buah hati. Kegiatan di dalamnya berupa game sederhana yang dapat merangsang aktivitas otak usia dini dan juga memaksimalkan kegiatan sehari-hari, seperti waktu bersarapan bersama untuk saling berkomunikasi.

Lain halnya dengan sebuah program canggih, Susan Neuman, seorang profesor untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan Literasi di New York University, merekomendasikan kegiatan membaca buku untuk bayi dan anak usia 6 bulan untuk dilakukan. Kegiatan ini dapat meningkatkan perkembangan bahasa pada anak.

Langkah lain untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak, yaitu:

  • Membangun komunikasi dan percakapan dengan anak.
  • Membuat permainan sederhana yang melibatkan kegiatan interaksi.
  • Membaca buku untuk membantu anak mengenali tata bahasa dan komunikasi non-lisan.
  • Membatasi waktu penggunaan gadget.

Tags:

Gejala-Gejala Penderita Hipoksia

Ada banyak racun yang masuk ke tubuh jika Anda mengonsumsi narkotika atau obat-obatan terlarang. Akibatnya, tubuh bisa keracunan sehingga mengganggu peredaran oksigen yang kemudian berakibat pada terjadinya kondisi yang dinamakan hipoksia.

Hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh merupakan suatu keadaan yang sangat berbahaya. Tanpa oksigen yang cukup, organ-organ seperti otak dan hati bisa rusak hanya dalam waktu yang singkat.

Hipoksia terbagi dalam 4 tipe utama, yaitu hipoksia hipoksis, hipoksia anemik, hipoksia stagnan, serta hipoksia histotoksik. Pada orang pecandu narkoba dan alkohol, hipoksia yang terjadi adalah hipoksia histotoksik. Pada kondisi ini, sel jaringan mengalami keracunan. Meskipun kadar oksigen dalam darah normal, sel yang keracunan tersebut tidak dapat menggunakan oksigen sehingga terjadilah hipoksia.

Apa saja gejala penderita hipoksia?

Walaupun terdapat beberapa tipe hipoksia, secara umum gejalanya sama. Hanya saja, terdapat tahapan gejala hipoksia, seperti:

  1. Asimtomatik atau tanpa gejala

Pada tahap ini, gejala yang akan muncul adalah penurunan penglihatan pada malam hari dan kehilangan penglihatan terhadap warna. Namun, penderita hipoksia belum menyadari bahwa di dalam tubuhnya terjadi kekurangan oksigen karena kadar oksigen di dalam tubuh masih berkisar antara 90-95%.

  • Kompensatorik

Pada tahap ini, gejala hipoksia masih dapat dikompensasi oleh tubuh lewat peningkatan laju dan kedalaman napas, serta detak jantung. Kondisi gejala ini, kadar oksigen di arteri berkisar 80-90%.

  • Pemburukan

Dalam tahap ini, tubuh penderitanya mulai tidak bisa mentolerir kekurangan oksigen karena kadar oksigen dalam tubuh tinggal 70-80%. Penderita hipoksia pada tahapan ini berisiko mengalami sesak, sianosis (perubahan warna kulit menjadi biru), mengantuk, sakit kepala, euforia, agresi, kesulitan dalam menilai dan mengambil keputusan, penurunan koordinasi, kesulitan melakukan tugas sederhana, penurunan kemampuan penglihatan, rasa kebas atau mati rasa, dan munculnya rasa panas maupun dingin secara tiba-tiba.

  • Kritis

Saat berada pada tahap ini, penderita hipoksia sangat rentan terhadap kematian mengingat kadar oksigen dalam tubuh hanya kurang dari 70%. Seseorang dalam kondisi ini biasanya tidak berdaya secara fisik dan mental yang ditandai dengan kehilangan kesadaran, kejang, serta tidak bernapas.

Tags:

Apakah Enervon C Baik untuk Sumplemen Tubuh?

Nama Enervon C mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, suplemen ini bermanfaat sebagai penambah stamina atau daya tahan tubuh. Enervon C adalah kombinasi vitamin C dan B komplek yang fungsinya untuk memastikan tubuh agar tidak kekurangan asupan vitamin.

Anda perlu tahu, jika anak atau orang dewasa kekurangan asupan vitamin dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Akibat kekurang vitamin, seseorang bisa merasa lemah, lesu, bahkan tidak bisa beraktivitas dengan optimal. Oleh karena itu, biasanya Enervon C ini dikonsumsi agar tubuh tetap fit meskipun memiliki aktivitas yang padat.

Selain itu, orang yang baru sembuh atau dalam masa pemulihan dari sakit juga kerap mengonsumsi Enervon C. Hal ini dilakukan agar proses penyembuhan semakin cepat dan bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Amankah mengonsumsi Enervon C?

Kabar baiknya, Enervon C adalah multivitamin yang aman dikonsumsi sealam sesuai dengan aturan pakainya, seperti dosis atau frekuensi konsumsinya. Dalam kemasannya ada keterangan bagaimana mengonsumsinya. Biasanya tergantung pada usia dan kondisi seseorang.

Berikut dosis yang bisa Anda gunakan saat ingin mengonsumsi Enervon C:

  • Dewasa: 1 tablet sehari
  • Anak-anak kurang dari 6 tahun: 1 sendok takar 1 kali sehari
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar 2 kali sehari

Tapi yang paling baik adalah memastikan mengonsumsi Enervon C setelah makan agar tidak ada reaksi tidak enak dari perut. Selain itu, Anda perlu mencukupi kebutuhan air ketika mengonsumsi Enervon C. Sebisa mungkin juga, konsumsi di waktu yang sama setiap harinya agar tidak kelewatan dan tidak lebih mudah mengingatnya. Jika Anda lupa, lanjutkan saja segera yang terpenting jadwal minum Enervon C berikutnya lebih dari 5 jam

Mekanisme kerjanya pun begitu kompleks. Pantas saja bisa menjaga asupan vitamin dalam tubuh.Tapi tetap harus sesuai dosis ya. Jangan sampai malah berlebihan dan membuat tubuh tidak bisa berfungsi dengan optimal. Menurut saya sih, dibandingkan dengan semua merek multivitamin, tetap yang alami dari makanan dan alam sekitar adalah yang terbaik.

Tags:

Cara Sehat Menggemukkan Badan yang Perlu Anda Ketahui

Memiliki berat badan yang ideal merupakan impian banyak orang. Tetapi, ada sebagian orang lainnya justru setengah mati mencari cara menggemukkan badan agar bahan tidak terlihat kurus. Sama halnya dengan orang yang ingin menggemukkan berat badan, menaikkanya juga menjadi hal yang sangat sulit bagi sebagian orang.

Meskipun demikian, tidak sembarang orang yang bisa mengklaim dirinya memiliki tubuh yang kurus. Secara medis, seseorang dapat dikatakan kurus juga memiliki indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5. Cara menghitung IMT adalah berat badan dibagi 2 kali tinggi badan. Misalnya Anda memiliki berat badan 48 kg dan tinggi 64 cm, makan IMT yang dihasilkan adalah 17,8 alias kurus.

Menaikkan IMT ini pun, Anda tidak boleh sembarang menggemukkan tubuh dengan makan sebanyak-banyaknya. Ingat, kegemukan juga dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit.

Supaya Anda cepat gemuk dan tetap sehat, berikut tips menggemukkan badan yang aman untuk Anda lakukan:

  • Jangan minum sebelum makan karena bisa membuat lebih cepat kenyang.
  • Pakai piring yang lebih besar karena secara psikologis akan membuat Anda cenderung makan lebih banyak.
  • Tidur yang cukup untuk membantu pertumbuhan otot.
  • Utamakan makan makanan yang mengandung protein daripada sayur. Maksudnya, jika Anda makan dengan nutrisi yang lengkap, seperti nasi, daging, dan sayuran, maka sebaiknya Anda menghabiskan protein terlebih dahulu, baru mengonsumsi sayur.

Sama halnya seperti menguruskan badan, kunci dalam menggemukkan badan juga ada pada konsumsi kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda. Jika dalam menguruskan badan Anda harus mengurangi kalori, maka sebaliknya saat menggemukkan badan Anda butuh kalori lebih banyak dibanding orang pada umumnya. 

Makan lebih sering dengan diet yang sehat adalah kunci menggemukkan badan dengan cara yang sehat pula. Sebaiknya, Anda juga perlu mengiringi diet tersebut dengan berolahraga. Yang perlu Anda ingat, menggemukkan badan tidak bisa instan. Butuh komitmen jangka panjang dan kesabaran ekstra sebelum keluar dari stigma kurus dan memiliki indeks massa tubuh yang ideal dengan sehat.

Tags: