Pembalut dan Pantyliner Sebabkan Ruam?

Memakai pembalut atau pantyliner terkadang dapat menyebabkan ruam yang sangat mengganggu. Ruam tersebut sering menyebabkan gatal-gatal, pembengkakan, dan tanda-tanda kemerahan di kulit. Terkadang, ruam tersebut disebabkan oleh iritasi akibat suatu bahan yang digunakan dalam pembalut atau pantyliner. Tidak jarang kombinasi antara kelembapan dan panas berkontribusi pada penumpukan bakteri sumber penyebab iritasi kulit. Tidak peduli apa yang menjadi penyebabnya, ada beberapa pilihan perawatan yang tersedia untuk merawat ruam yang disebabkan oleh pembalut dan pantyliner. 

Apa penyebab ruam?

Kebanyakan kasus ruam yang berhubungan dengan pembalut dan pantyliner disebabkan oleh kondisi yang disebut contact dermatitis. Hal ini berarti kulit Anda telah melakukan kontak langsung dengan sesuatu yang mengiritasi yang ada di dalam produk pembalut dan pantyliner yang Anda gunakan. Contact dermatitis yang terjadi pada vulva dikenal dengan sebutan vulvitis. 

Pembalut biasanya terbuat dari beberapa lapisan yang masing-masing terbuat dari bahan-bahan yang berbeda. Masing-masing dari bahan tersebut berpotensi dalam membuat kulit Anda iritasi. Contoh komponen utama dalam produk pembalut adalah:

  • Back sheet. Bagian back sheet pembalut biasanya dibuat dari senyawa yang disebut polyolefins. Bahan ini juga sering digunakan pada pakaian, sedotan, dan tali. 
  • Absorbent core. Absorbent core biasanya terletak di antara back sheet dan top sheet. Bagian ini dibuat dari busa penyerap dan cellulose kayu, bahan yang sangat mudah menyerap. Terkadang, bagian ini juga dapat mengandung gel. 
  • Top sheet. Bagian top sheet pembalut merupakan bagian yang paling sering melakukan kontak langsung dengan kulit Anda. Contoh komponen yang ada pada top sheet adalah polyolefin sekaligus zinc oxide dan petrolatum, yang banyak digunakan pada produk pelembap kulit. 
  • Adhesive. Adhesive ada pada bagian belakang pembalut dan bertujuan agar pembalut menempel pada underwear. Beberapa disiapkan dengan lem yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA.
  • Pewangi. Sebagai tambahan dari bahan-bahan tersebut di atas, beberapa produsen pembalut dan pantyliner akan menambahkan pewangi pada produk mereka. Namun, beberapa kulit wanita dapat sensitif terhadapat zat kimia yang ada pada pewangi tersebut. Kebanyakan pembalut meletakkan lapisan pewangi di bawah absorbent core. Ini berarti lapisan pewangi tidak akan melakukan kontak langsung dengan kulit. 

Meskipun ruam dan iritasi alergi terhadap pembalut dan pantyliner dapat terjadi, kondisi ini terbilang cukup langka ditemui. Sebuah studi memperkirakan sekitar 0,7 persen ruam kulit disebabkan karena alergi terhadap adhesive dalam pembalut dan pantyliner. Studi lain melaporkan bahwa insiden iritasi akibat pembalut dan pantyliner hanya ada pada 1 di antara 2 juta penggunaan produk tersebut. Sebagai tambahan dermatitis akibat komponen pembalut itu sendiri, gesekan karena memakai pembalut dan pantyliner memiliki potensi untuk membuat kulit sensitif iritasi dan mengakibatkan ruam. 

Membutuhkan “trial and error” untuk merawat ruam kulit yang disebabkan karena penggunaan pembalut dan pantyliner. Namun, Anda bisa mencoba menggunakan pembalut yang tidak mengandung pewangi serta gunakan celana dalam yang terbuat dari katun dan tidak ketat untuk mengurangi terjadinya gesekan. Anda juga bisa memakai produk dengan merek yang berbeda untuk melihat apakah merek berbeda menyebabkan reaksi yang sama atau tidak. Anda juga bisa mengoleskan krim hydrocortisone over-the-counter (OTC) pada daerah luar vulva apabila ruam terjadi pada daerah tersebut. Anda tidak boleh mengoleskan krim hydrocortisone pada daerah dalam saluran vagina. Terakhir, ganti pembalut atau pantyliner dengan rutin guna mencegah keduanya menjadi terlalu lembap dan meningkatkan risiko iritasi.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*