Penyebab Kencing Sakit pada Infeksi Saluran Kemih

Kencing sakit merupakan satu tanda umum dari infeksi saluran kemih yang lebih sering menyerang wanita. Menurut Urology Health, ada sekitar 8,1 juta orang yang datang ke pelayanan kesehatan setiap tahunnya karena infeksi saluran kemih. Ada sekitar 60 persen wanita yang setidaknya pernah menderita ISK.

Penyebab Kencing Sakit pada ISK

Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil karena bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Wanita lebih berisiko terkena ISK karena memiliki uretra yang lebih pendek sehingga memudahkan bakteri masuk ke saluran kemih.

Umumnya ISK disebabkan oleh bakteri E.Coli, namun jika hanya menginfeksi uretra maka bakteri klamidia dan mikoplasma adalah penyebabnya.

Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang terkena ISK antara lain:

  • Sedang hamil
  • Faktor usia
  • Batu ginjal
  • Pernah menderita ISK sebelumnya
  • Penggunaan kateter urin yang berkepanjangan
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Sering menahan buang air kecil

ISK juga memiliki nama yang berbeda tergantung bagian mana yang terinfeksi yaitu sistitis (infeksi kandung kemih), uretritis (infeksi uretra) dan pielonefritis (infeksi ginjal).

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Selain membuat kencing sakit, ISK juga menimbulkan gejala. Namun gejalanya berbeda tergantung pada bagian yang terinfeksi.

Gejala pada infeksi kandung kemih meliputi:

  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.
  • Merasa ingin buang air kecil meski kandung kemih sudah kosong.
  • Adanya darah pada urin.
  • Kram pada selangkangan atau perut bagian bawah.
  • Urin berwarna keruh dan berbau tidak sedap.

Sedangkan gejala infeksi ginjal meliputi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Nyeri di punggung bagian bawah
  • Mual dan muntah

Gejala ISK pada pria juga hampir mirip dengan wanita, namun biasanya dapat disertai dengan rasa nyeri pada dubur.

ISK juga bisa menyerang bayi dan anak-anak dengan gejala seperti:

  • Demam tinggi
  • Menangis saat buang air kecil
  • Urin berwarna keruh disertai darah
  • Urin berbau tidak sedap
  • Tidak mau makan
  • Muntah

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Pengobatan ISK tergantung pada penyebabnya. Nantinya dokter akan melakukan tes lab pada urin. Dan hasil tes tersebut akan menentukan organisme penyebab infeksi. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk pengobatan.

Antibiotik yang digunakan juga bergantung pada saluran yang terinfeksi. Jika saluran bawah yang terinfeksi, maka dokter akan meresepkan antibiotik oral. Sedangkan jika terjadi pada saluran atas, dokter akan memasukkan antibiotik langsung ke pembuluh darah (antibiotik intravena).

Selain mengonsumsi obat-obatan dari resep dokter, Anda juga bisa mengonsumsi banyak air putih untuk membantu tubuh membersihkan infeksi lebih cepat.

Infeksi Saluran Kemih saat Hamil

Perubahan hormon pada wanita hamil membuatnya lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Dan saat kehamilan, rahim yang menekan kandung kemih membuat wanita hamil sulit mengeluarkan semua urin hal itulah yang menjadi penyebab infeksi.

ISK pada wanita hamil berbahaya karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kelahiran prematur. Selama kehamilan, risiko ISK menyebar ke ginjal juga semakin tinggi.

Untuk itu, penting bagi wanita hamil untuk melakukan tes lab dengan rutin sehingga jika ISK lebih cepat terdeteksi, maka pengobatan pun dapat lebih cepat dilakukan.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih dapat dicegah dengan mengonsumsi air delapan gelas per hari, tidak menahan buang air kecil, rajin mengganti celana dalam serta menyiram dari depan ke belakang saat buang air kecil. Selain itu, usahakan untuk buang air kecil setiap selesai berhubungan seksual.

ISK juga bukan satu-satunya penyebab kencing sakit. Karena itu, jika Anda mengalami sakit saat buang air kecil, maka segera temui dokter guna mendapatkan diagnosa yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*