Pusing di Alis Bawah, Bagaimana Membedakan Migrain dengan Sakit Kepala Cluster?

Sakit kepala di sekitar alis dan pelipis dapat sangat mengganggu aktivitas. Ada banyak penyebab pusing di alis, diantaranya adalah migrain dan sakit kepala cluster.

Migrain dan sakit tepala cluster memiliki gejala yang hampir mirip yaitu pusing di alis dan sekitar dahi. Bila diperhatikan dengan seksama, keduanya memiliki perbedaan yang cukup terlihat jelas. 

Penyebab migrain dan sakit kepala cluster

Migrain dikaitkan dengan hormon, riwayat keturunan (genetika), atau faktor lingkungan. Namun hingga saat ini para peneliti belum mengetahui secara jelas penyebab penyakit cluster.  

Sakit kepala cluster dipercaya terkait dengan saraf di wajah yang menyebabkan tekanan pada area mata. Namun, konsumsi alkohol dapat memicu sakit kepala cluster maupun migrain. 

Hal-hal yang bisa memicu migrain antara lain:

  • Konsumsi alkohol
  • Zat aditif pada makanan
  • Efek samping konsumsi suplemen dan obat-obatan
  • Bersantai setelah situasi stres
  • Perubahan hormon
  • Aktivitas fisik yang intens
  • Rangsangan sensorik atau cahaya

Perbedaan sakit kepala migrain dan sakit kepala cluster

Migrain ditandai dengan rasa sakit parah dan berdenyut. Serangan migrain bisa diprediksi oleh penderitanya karena biasanya didahului oleh  gangguang penglihatan, seperti lampu berkedip, munculnya garis zig zag, atau kehilangan penglihatan sementara.

Selain merasakan pusing di alis bagian bawah, migrain juga disertai dengan:

  • Mual 
  • Muntah
  • Sensitivitas cahaya

Serangan migrain bisa berlangsung dari 2 hingga 72 jam. 

Sedangkan sakit kepala cluster adalah sakit kepala parah yang terjadi dengan tiba-tiba, dan memiliki durasi yang lebih pendek namun kambuh selama beberapa bulan. 

Orang yang menderita sakit kepala cluster cenderung mengalami kondisi ini pada musim yang sama setiap tahun, sehingga sering disalah artikan sebagai alergi musiman.

Adapun gejala sakit kepala cluster antara lain:

  • Nyeri hebat di satu sisi kepala
  • Mata dan hidung berair
  • Gelisah
  • Dapat menyebabkan Anda terbangun di tengah malam

Penyebab lain pusing di alis dan pelipis

Selain migrain dan sakit kepala cluster, berikut ini beberapa penyebab rasa pusing di alis dan area pelipis:

  1. Sakit kepala tegang

Disebabkan oleh stres dan merupakan sakit kepala yang umum terjadi. Sakit kepala jenis ini tidak dipengaruhi oleh aktivitas fisik.

  1. Glaukoma

Glaukoma merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan cairan di mata. Penumpukan ini menyebabkan tekanan yang memicu kerusakan saraf optik. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan pada lansia di atas 60 tahun ke atas. 

Selain pusing di alis, glaukoma juga ditandai dengan mual, muntah, sakit mata yang parah, dan seperti melihat lingkaran cahaya di dalam mata.

  1. Peradangan pada lapisan arteri (Arteritis temporal)

Sakit kepala karena arteritis temporal sering dirasakan di bagian dalam mata atau bawah alis. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan darurat, karena jika tidak segera diobati akan mengakibatkan stroke atau kebutaan.

  1. Radang selaput lendir (Sinusitis)

Infeksi sinus bisa disebabkan oleh bakteri, alergi, atau flu. Kondisi ini menyebabkan rongga hidung membengkak dan tertekan, sehingga memicu kesulitan bernapas, nyeri di sekitar hidung, serta pusing di alis.

  1. Infeksi virus herpes (Herpes zoster)

Dalam beberapa kasus, pusing di alis juga disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster. Namun gejala herpes yang paling umum adalah ruam kemerahan yang terasa melepuh dan menyakitkan pada kulit.

Karena penyebab pusing di alis beragam, akan lebih baik menemui dokter dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Perawatan setiap jenis sakit kepala berbeda-beda, sehingga nantinya dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi yang diderita pasien.

Untuk mengatasi migrain, dokter akan memberikan obat sakit kepala kuat yang disebut triptans dan obat antiinflamasi non steroid (NSAID). 

Sedangkan obat sakit kepala cluster memiliki obat resep yang lebih banyak, seperti perawatan oksigen murni, verapamil, triptans, dan banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*