Sebelum Menggunakannya, Kenali Resiko Kalium Sorbat sebagai Pengawet

Sebelum Menggunakannya, Kenali Resiko Kalium Sorbat sebagai Pengawet

Kalium sorbat adalah zat kimia yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan, minuman, dan produk perawatan. Kandungan ini hadir dalam bentuk garam tidak berbau dan tidak berasa yang diproduksi sebagai bahan buatan dari campuran asam sorbat dan kalium hidroksida.

Penggunaan kalium sorbat mampu memperpanjang masa penggunaan dan umur simpan dari suatu produk. Produk-produk yang menggunakan bahan pengawet ini biasanya akan terhindar dari pertumbuhan jamur. 

Apakah Kalium Sorbat Aman Digunakan sebagai Bahan Pengawet?

Selama berpuluh-puluh tahun, penggunaan kalium sorbat sebagai bahan pengawet telah melalui sejumlah penelitian. Food and Drug Administration (FDA) telah menetapkan bahwa bahan ini dianggap aman untuk digunakan.

Ketika kandungan ini tercampur ke dalam makanan, nantinya kalium sorbat akan melewati sistem pencernaan Anda tanpa memberikan efek yang berbahaya. Kalium sorbat ini akan bergerak dalam bentuk air dan karbon dioksida, sehingga tidak akan menumpuk di dalam tubuh Anda.

Selama penggunaannya tepat, kalium sorbat cukup aman dan tidak membayakan kesehatan. Akan tetapi, beberapa orang mungkin bisa saja mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi kandungan ini. Meski begitu, hal ini cukup jarang terjadi.

Sebagian besar reaksi alergi terhadap kalium sorbat lebih banyak terjadi pada produk-produk perawatan dan kosmetik yang menggunakan kalium sorbat sebagai pengawet. Bentuk dari reaksi alergi tersebut dapat berupa iritasi pada kulit, termasuk kulit wajah dan kulit kepala.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir terhadap penggunaan kalium sorbat pada produk perawatan kulit yang Anda miliki. Walaupun bisa menimbulkan reaksi alergi, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa resiko kemunculan alergi ini cukup rendah. 

Produk-Produk yang Mengandung Kalium Sorbat

Umumnya, kalium sorbat digunakan sebagai pengawet pada produk makanan, minuman, serta produk perawatan dan kecantikan. Secara garis besar, bahan pengawet ini bisa Anda temukan pada: 

  • Produk daging olahan
  • Produk susu seperti keju, yogurt, krim, dan saus
  • Makanan yang dipanggang, seperti roti, kue, pai, adonan, topping, filling, icings, dan lain sebagainya
  • Produk minuman berupa sari buah apel, jus olahan, dan soda
  • Bumbu masak seperti margarin, minyak ikan, garam, mayonnaise, dan lain sebagainya
  • Ikan olahan yang telah diasapkan
  • Serela dan makanan ringan
  • Produk kosmetik mata
  • Sampo dan pelembab
  • Air untuk mencuci lensa kontak

Selain digunakan pada produk-produk di atas, kalium sorbat juga banyak digunakan pada wine atau minuman anggur. Bahan ini digunakan untuk mencegah ragi terus mengalami fermentasi pada proses pembentukan wine.

Tidak hanya itu, sejumlah suplemen kesehatan dan obat-obatan juga menggunakan kalium sorbat sebagai bahan pengawet. Pada produk kesehatan dan kecantikan yang menggunakan kandungan ini, Anda bisa melihatnya kadar penggunaannya langsung pada kolom komposisi.

Efek Samping Penggunaan Kalium Sorbat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kalium sorbat lebih banyak menimbulkan efek samping berupa alergi pada penggunaan di produk perawatan dan kecantikan. Kemungkinan besar, Anda tidak akan mengalami efek samping tertentu apabila mengonsumsi kalium sorbat pada makanan.

Efek samping berupa reaksi alergi bisa memunculkan reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang. Tapi, umumnya reaksi tersebut berupa iritasi pada kulit. 

Selama bertahun-tahun, laporan mengenai efek samping berupa iritasi kulit dari penggunaan kalium sorbat cenderung sedikit. Karena itu, resiko Anda mengalami reaksi alergi pun cukup rendah selama kalium sorbat digunakan dengan cara yang aman dan tepat. 

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*