Selain Citocetin, Ini Perawatan Flu Pada Anak

citocetin

Influenza, atau flu, adalah salah satu penyakit yang sering muncul di musim penghujan. Penyakit ini juga sangat menular, terutama pada 24 hingga 36 jam pertama sejak terpapar oleh virus penyebab flu, namun gejala yang mengindikasikan bahwa anak menderita flu biasanya tidak akan muncul hingga 7 hari. Virus influenza adalah virus yang sangat menular dan menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Penyakit ini menyebabkan gejala yang berbeda dari satu anak ke anak yang lain, dengan tanda-tanda umum flu di antaranya adalah demam tinggi, batuk, hidung tersumbat atau meler, nyeri tenggorokan, sakit tubuh, sakit kepala, kurangnya energi, pusing, tubuh menggigil, dan mual serta muntah. Jika anak menderita gejala tersebut, orang tua bisa memberikannya citocetin sirup yang dibarengi dengan perawatan alternatif rumahan lainnya. 

Meskipun sudah diberi citocetin, anak bisa menderita penyakit ini hingga 2 minggu. Bahkan setelah gejala awal sudah hilang, mereka masih dapat merasa sakit dan tidak enak badan. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat anak di rumah dan membantu mempercepat proses pemulihan mereka di antaranya adalah:

  • Menjaga anak tetap nyaman

Satu dari banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk anak terutama ketika mereka menderita flu adalah untuk membuatnya merasa lebih nyaman. Istirahat di tempat tidur sangatlah penting, sehingga Anda ingin anak mendapatkan banyak istirahat. Anak mungkin akan merasa kegerahan atau kedinginan, sehingga pastikan untuk menyediakan selimut dan tahu kapan anak tidak membutuhkannya sepanjang hari. Penting untuk diingat bahwa selimut sangat tidak direkomendasikan penggunaannya untuk bayi karena berisiko membahayakan. Anda bisa menggunakan “sleep sack” yang ringan untuk bayi. Apabila anak Anda memiliki hidung yang tersumbat, saline nasal drop atau humidifier dapat membantu. 

  • Obat-obatan OTC

Berdasarkan usia dan berat badan anak, obat-obatan OTC seperti ibuprofen, dan acetaminophen dapat membantu anak merasa lebih baik dengan cara mengurangi demam dan nyeri otot. Bicaralah dengan dokter anak tentang jenis obat yang bisa Anda gunakan, dan jangan melebihi dosis yang telah direkomendasikan, bahkan apabila obat-obatan tidak tampak membantu. Jangan pernah memberi anak aspirin karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada anak, termasuk salah satunya adalah sindrom Reye. Tanya dokter apakah obat batuk direkomendasikan. Obat batuk biasanya tidak dibutuhkan atau efektif untuk anak dan dapat menyebabkan efek yang cukup signifikan. 

  • Jaga anak agar terus terhidrasi

Anak mungkin tidak akan memiliki nafsu makan yang besar saat mereka menderita flu. Anak bisa tidak makan saat sakit, namun sangat penting bagi mereka untuk tetap banyak minum guna mencegah terjadinya dehidrasi. Beberapa tanda dehidrasi di antaranya adalah air seni yang berwarna lebih gelap dibandingkan dengan biasanya, mulut yang kering dan pecah-pecah, lidah yang kering, kesulitan bernapas, dan pernapasan yang sangat cepat. Berkurangnya jumlah urin yang keluar juga dapat menjadi tanda adanya dehidrasi. Untuk mengatasi hal ini, berikan anak cairan seperti sup bening, air putih, atau jus yang tidak mengandung pemanis. Jika Anda menyusui, beri anak ASI sebagaimana biasanya. 

Dalam kasus yang parah, obat resep disebut obat antivirus influenza seperti citocetin dapat diberikan. Bayi, balita, dan anak-anak yang didiagnosis menderita flu sering mendapatkan obat resep ini apabila mereka sakit parah, mendapatkan rawat inap, atau memiliki risiko tinggi menderita komplikasi akibat flu.

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*