Sipanji dan Sikat Duren RSUD Kota Bogor

Kemudahan mengakses layanan publik di era ini semakin mendesak kebutuhannya. Transformasi dari konvensional menuju digital tidak bisa dikesampingkan lagi. Demikian pula halnya seperti yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor atau RSUD Kota Bogor.

Rumah sakit yang terletak di Jalan Dr. Sumeru Nomor 120, Kota Bogor, Jawa Barat tersebut saat ini telah memiliki layanan yang disebut Sipanji dan Sikat Duren. Dua nama program yang unit itu tentunya diluncurkan sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit. 

Lalu apa sih Sipanji dan Sikat Duren itu? Demi menjawab rasa penasaran pembaca, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kedua hal tersebut. Untuk itu, mari kita perhatikan dengan saksama.

Sipanji

Sipanji merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Perjanjian. RSUD Kota Bogor meluncurkan program itu dengan harapan sistem ini bisa melayani pasien rawat jalan untuk membuat janji apabila hendak datang ke layanan poliklinik. Sipanji dibuat dengan tujuan agar pasien tidak perlu lagi mengantre di loket pada hari ketika ingin melakukan kontrol.

Dalam pelaksanaan Sipanji, merujuk dari keterangan di laman resmi pihak rumah sakit, langkah pertama yang dilakukan adalah pasien setelah berobat di poliklinik langsung di loket pendaftaran perjanjian. Berikutnya, di tahap kedua, petugas akan lebih dahulu mengecek tanda tangan pada surat kontrol.

Lalu, pada tahap ketiga, petugas pendaftaran akan menginput tanggal perjanjian yang diajukan oleh pasien. Keempat, petugas RSUD Kota Bogor akan menuliskan jam dan tanggal perjanjian pada lembar surat kontrol.

Langkah berikutnya atau kelima, petugas rumah sakit akan meminta paraf pada surat kontrol tersebut sebagai bukti bahwa pasien sudah melakukan pendaftaran perjanjian. Keenam, selanjutnya pasien atau pihak keluarga akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari petugas.

Sementara tahap ketujuh, pasien dipersilakan datang ke rumah sakit sebagaimana tanggal perjanjian yang dibuat sebelumnya. Kedelapan, pasien diimbau untuk datang paling lambat 30 menit sebelum jam pelayanan dimulai. 

Sedangkan langkah kesembilan, apabila di hari sesuai jadwal pasien dipanggil tidak ada, maka pihak RSUD Kota Bogor memiliki kebijakan nama pasien baru dipanggil lagi setelah pemanggilan 10 pasien yang lain. Terakhir, dalam pemeriksaan pasien harus menyerahkan surat kontrol ke petugas masing-masing nurse station.

Sikat Duren

Sikat Duren bukan kita makan durian beramai-ramai, ya. Nama itu tidak lain adalah kepanjangan dari Sistem Ketersediaan Tempat Tidur Online. Layanan ini diberikan RSUD Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat, khususnya pasien yang harus menjalani rawat inap.

Layanan Sikat Duren ini bisa diakses langsung pada laman resmi rumah sakit. Dalam mengaksesnya, pembaca hanya melakukan tiga langkah sederhana. Pertama, yaitu memilih kelas ruang perawatan. Di RSUD Kota Bogor, terdapat beragam pilihan kelas yang terdiri dari high care unit atau HCU, intensive coronary care unit atau ICCU, intensive care unit atau ICU, Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, neonatal intensive care unit atau NICU dan very important person atau VIP.

Setelah memilih kelas yang ingin dicari ketersediaan tempat tidurnya, pasien atau pihak keluarga selanjutnya memilih kategori ruang perawatan yang diinginkan. Ketika tahap kedua itu sudah dilakukan, langkah terakhir adalah dengan mengklik pilihan Temukan Tempat Tidur untuk mengetahui hasilnya.

Tidak hanya dua layanan tersebut, sebetulnya RSUD Kota Bogor juga melengkapinya dengan program Sikiranti atau Sistem Informasi Kritik, Saran, dan Atensi. Layanan itu diberikan pihak rumah sakit sebagai sebuah sistem berupa anjungan mandiri yang terletak di dekat customer service RSUD Kota Bogor. Dengan program itu, masyarakat bisa melaporkan apabila ada dugaan pelanggaran yang terjadi selama mendapatkan pelayananan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*