Perhatikan 3 Hal Penting Ini Sebelum Suntik Insulin

Perhatikan 3 Hal Penting Ini Sebelum Suntik Insulin

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Hormon ini berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Namun, pada penderita diabetes tipe 1, pankreas hanya mampu memproduksi sedikit hormon insulin. Bahkan tidak dapat memproduksi sama sekali. Oleh karena itu, suntik insulin menjadi pengobatan utama pada penderita diabetes tipe 1 untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan hormon insulin apabila metode penanganan diabetes lainnya tidak dapat bekerja dengan efektif lagi. 

Kebalikan dengan penderita diabetes 1, pada penderita diabetes 2 pankreas dapat memproduksi insulin. Hanya saja, tubuh tidak dapat merespon insulin yang dihasilkan sehingga kadar gula dalam darah tinggi. 

Menjalani pola hidup sehat dan mengonsumsi obat diabetes mungkin akan disarankan oleh dokter. Jika kondisi semakin memburuk, dokter akan menyarankan penggunaan suntik insulin. 

Meski demikian, suntik insulin ini tidak boleh digunakan sembarangan. Ada baiknya, Anda memahami beberapa hal berikut ini sebelum menyuntik insulin.

1. Lokasi

Lokasi atau tempat penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kerja insulin, terutama lamanya waktu insulin bertahan dalam tubuh. Karena itu, disarankan untuk menyuntikan insulin ke dalam jaringan lemak di bawah kulit atau disebut dengan jaringan subkutan. 

Jika Anda menyuntikan insulin lebih dalam hingga mengenai jaringan otot, tubuh akan menyerap insulin terlalu cepat sehingga tidak akan bertahan lama dalam mengontrol kadar gula darah. Suntikannya pun biasanya akan terasa lebih menyakitkan. 

Beberapa lokasi di tubuh berikut ini sering direkomendasikan untuk menyuntik insulin karena mudah dijangkau dan mengandung lemak tubuh yang cukup banyak. 

Perut

Perut sering dipilih penderita diabetes sebagai lokasi penyuntikan insulin. Lokasi ini mudah dijangkau dan tidak terlalu sakit karena mengandung lebih banyak lemak. Tak hanya itu, suntik insulin di perut juga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Untuk menyuntikannya, pilihlah lokasi di bagian abdomen karena menyimpan jaringan lemak paling banyak. Suntik insulin dengan jarak 5-6 cm dari pusar dengan cara mencubit jaringan lemak yang berada di antara pinggang dan tulang pinggul.

Hindari menyuntikan insulin dekat sekitar pusar dan bagian perut yang memiliki bekas luka, cacat kulit, dan tahi lalat karena dapat mengganggu penyerapan insulin.

Lengan Bagian Atas

Selain perut, Anda juga bisa menyuntikan insulin pada lengan bagian atas. Caranya adalah suntik insulin di bagian belakang lengan, yaitu antara bahu dan siku. Sayangnya, penyuntikan insulin pada bagian ini cukup sulit dilakukan sehingga Anda mungkin membutuhkan bantuan orang lain.

Paha

Saat menyuntikan insulin pada paha, pilihlah lokasi penyuntikan pada bagian depan paha, tepatnya di tengah-tengah antara paha bagian atas dan lutut. Hindari penyuntikan pada paha bagian dalam karena jaringan pembuluh darah lebih padat di area tersebut.

Perlu diingat bahwa setelah menyuntikan insulin pada bagian paha ini Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman saat berjalan atau berlari. 

Punggung bawah atau pinggul

Sama seperti bagian lengan atas, lokasi suntik insulin di bagian punggung bawah atau pinggul juga sulit dilakukan sendiri. Anda mungkin membutuhkan bantuan orang lain.

2. Dosis

Sebelum menyuntikan insulin, sebaiknya Anda memeriksa kembali dosis yang digunakan. Jangan menggandakan dosis insulin tanpa adanya persetujuan atau saran dari dokter karena dapat menyebabkan hipoglikemia, yaitu suatu kondisi di mana kadar gula dalam darah berada di bawah batas normal.

3. Waktu

Melansir dari American Asssociation of Diabetes, suntik insulin paling efektif dilakukan 30 menit sebelum makan. Dengan demikian, insulin bisa mengontrol glukosa dari makanan yang masuk ke dalam tubuh dan kadar gula darah pun tetap terkendali. 

Selain itu, American Association of Diabetes juga menyarankan untuk melakukan suntik insulin pada lokasi yang berbeda-beda. Sebab, menggunakan lokasi yang sama untuk lokasi penyuntikan dapat menimbulkan iritasi kulit dan lipohipertrofi. Kondisi ini menyebabkan insulin sulit diserap oleh tubuh dan tidak bisa bekerja secara efektif untuk mengontrol kadar gula darah.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*