Tak Perlu Panik, Inilah 4 Penyebab Bayi Mengeluarkan Air Liur

Bayi Anda mulai mengeluarkan air liur ketika umurnya mencapai sekitar dua bulanan, dan mungkin Anda yang baru pertama kali punya anak akan panik dan berpikir bahwa si bayi memiliki penyakit. Namun, sebenarnya bayi mengeluarkan air liur merupakan hal yang lumrah dan sangat normal terjadi.

Keluarnya air liur dari mulut bayi adalah hal yang sangat wajar karena pada dasarnya kelenjar air liur sendiri sudah aktif memproduksi air liur bahkan sejak saat di dalam lahir, dan produksi air liur akan meningkat pada usia beberapa bulan awal kelahiran sampai usia 6 bulan. Penyebab bayi mengeluarkan air liur pun juga sangat beragam.

Tumbuh Gigi

Beberapa orang beranggapan bahwa munculnya air liur merupakan tanda bahwa gigi bayi sedang tumbuh atau bersiap untuk menembus gusi. Refleks air liur atau saliva akan dirangsang oleh erupsi gigi sehingga mengakibatkan terjadinya hipersekresi air liur. Walaupun biasanya bayi berumur 6-8 bulan memang belum memiliki gigi, tetapi proses tumbuh gigi biasanya dimulai cukup awal.

Bayi main ludah bisa membantu melatih perkembangan bicaranya

Karena alasan tersebutlah bayi mulai mengeluarkan air liur sejak usia 2-3 bulan, kemudian ketika fase tumbuh gigi ini dimulai, bayi akan mengalami kelebihan produksi air liur di mana liurnya bisa keluar secara berlebihan ketika gigi mendorong gusi untuk terbuka.

Memasukkan Tangan Ke Dalam Mulut

Pada dasarnya bayi mengeluarkan air liur karena mereka belum memiliki kontrol penuh terhadap otot-otot menelan mereka serta otot-otot di sekitar mulut sampai mereka berusia sekitar 18 sampai 24 bulan. Ketika bayi mengembangkan keterampilan motoriknya seperti mengunyah tangan, respon motorik dalam diri mereka akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mulai memproduksi air liur, sebagai tanda bahwa bayi mungkin siap untuk makan oleh karena itulah air liur keluar.

Tidak seperti orang dewasa yang bisa menjaga akumulasi air liur dengan rendah dengan menelan, serta deretan gigi orang dewasa juga bertindak seperti bendungan untuk menahan air liur keluar. Pada bayi, gigi mereka belum tumbuh semua sehingga tidak ada yang menahan air liur dan akhirnya air liur pun keluar dari mulut.

Berkonsentrasi untuk Waktu yang Lama

Saat anak kecil dan bayi berkonsentrasi pada hal tertentu, pikiran mereka akan mulai terstimulasi. Dan pada saat stimulasi berlangsung inilah, produksi air liur mereka akan meningkat sebanyak enam kali lipat.

Selama masa bayi, kemampuan untuk menelan air liur yang berlebih belum memadai, oleh karena itu ketika mereka fokus pada sesuatu, perhatian mereka dialihkan dari posisi mulut dan gerakan lidah yang mengakibatkan munculnya air liur.

Makanan dan Sistem Pencernaan

Penyebab bayi mengeluarkan air liur bisa juga merupakan sebuah respon terhadap sensasi merasakan rasa makanan yang beragam. Memakan makanan yang asam atau pedas, bisa menyebabkan pelepasan air liur yang berlebihan.

Selain itu, bayi biasanya juga belum bisa menelan dengan baik sehingga mereka akan mengeluarkan banyak air liur dari mulut. Kemudian, munculnya air liur juga bisa menjadi tanda bahwa sistem pencernaan bayi berada dalam mode perkembangan penuh di mana air liur dapat melindungi usus mereka.

Sebenarnya orangtua tidak perlu khawatir ketika bayi mengeluarkan air liur selama bayi masih mau menyusu, berat badannya tetap naik, aktif dan tidak rewel. Namun, jika air liur berlanjut sampai usianya lebih dari 4 tahun dan bayi rewel, periksakanlah ke dokter.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*