Tips Memilih Matras Bayi Yang Tepat

Memilih matras bayi yang tepat mungkin terdengar seperti sebuah pekerjaan yang membosankan. Namun, butuh pertimbangan yang benar-benar matang dan hati-hati mengingat bayi akan menghabiskan banyak waktunya di atas tempat tidur. Sehingga, membeli matras bayi yang terbaik sangat direkomendasikan. Anda ingin memastikan bahwa matras bayi tersebut pas diletakkan di tempat tidur, tanpa adanya ruang atau sela-sela di pinggirnya yang akan membahayakan keselamatan si kecil. Matras bayi harus kokoh. Matras yang terlalu lembut dapat mengikuti bentuk kepala dan wajah bayi, sehingga meningkatkan risiko kehabisan nafas dan sindrom kematian bayi tiba-tiba (SIDS).

Umumya, ada dua jenis matras bayi, yaitu busa dan innerspring. Keduanya, apabila masing-masing matras bayi memiliki kualitas yang baik, akan menjaga bentuk tetap dalam kondisi baik dan menyediakan dukungan yang nyaman bagi bayi dan anak-anak. Ada beberapa perbedaan akan keduanya. Busa, biasanya terbuat dari polyurethane, umumnya memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan matras berjenis innerspring. Sehingga, apabila Anda akan sering mengganti seprai bayi, akan lebih baik dan mudah memilih matras bayi berjenis busa. Matras bayi busa juga tidak begitu “memantul” dibandingkan dengan innerspring, sehingga saat anak beranjak dewasa, ia tidak akan bermain melompat-lompat di atasnya. Beberapa tips dalam memilih matras bayi berikut ini akan membantu Anda menemukan yang terbaik bagi bayi.

  • Selalu cari matras bayi berkualitas tinggi

Tidak peduli matras bayi apa yang Anda pilih, baik busa maupun innerspring, pilihlah matras dengan kualitas terbaik. Matras busa dan innerspring yang paling murah biasanya memiliki lapisan dan tepian vinyl yang sangat tipis, sehingga mudah sobek dan rusak setelah beberapa waktu. Dengan harga yang semakin naik, lapisan penutup umumnya lebih bersifat tebal, resisten terhadap tusukan, dan terbuat dari bahan katun organik yang berkualitas.

  • Penutup tidak menunjukkan kualitas matras

Ketika kita membicarakan matras bayi, semua hal yang penting ada pada isi dari matras tersebut. Beberapa matras terbaik akan terasa sangat nyaman saat masih di dalam toko, namun akan mulai kempis setelah beberapa bulan penggunaan. Beberapa orang lebih menyukai matras innerspring karena matras busa akan mudah “hancur” setelah 18 bulan penggunaan. Namun, hal itu tentu sepenuhnya mitos untuk jaman sekarang. Matras busa berkualitas baik akan sama tahan lamanya dengan matras innerspring.

  • Datang ke toko dan pilih langsung

Setelah Anda mengetahui rentang harga setiap matras, Anda bisa mengunjungi toko dan melihat dengan mata kepala sendiri kualitas matras bayi yang tersedia. Perhatikan label informasi dari setiap matras yang ada, terbuat dari bahan apa saja matras tersebut. Jangan beli matras dari tempat-tempat yang tidak mencantumkan label informasi ataupun spesifikasi yang tersedia online.

Dalam memilih matras bayi, saat Anda mendorong matras ke bawah dengan kedua tangan, dorongan tersebut akan mental setelah beberapa saat. Kesalahan terbesar saat orang tua membeli matras bayi adalah mereka memilih matras yang nyaman untuk diri mereka sendiri, dan bukan untuk bayi. Pilihlah matras yang terasa keras untuk Anda. Apabila matras tersebut terasa nyaman untuk Anda, berarti matras terlalu lembut untuk bayi. Bayi membutuhkan dukungan lebih dibandingkan dengan orang tua.

Memilih matras bayi yang tepat memang susah-susah gampang. Satu hal yang pasti, apabila memungkinkan, belilah matras bayi baru dan bukan tangan kedua. Ini untuk memastikan bahwa matras tersebut bersih dan bebas dari bakteri yang berbahaya.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*