Waspadai Efek Samping Antimo Sebelum Mengonsumsinya

Banyak orang mengenal obat Antimo yang sering dikonsumsi untuk mengobati mabuk perjalanan. Rasanya, siapa saja yang mudah merasa mabuk ketika dalam perjalanan, harus siap sedia obat ini. Obat Antimo mudah didapatkan karena memang ia tergolong sebagai obat yang dijual bebas tanpa resep. Walaupun begitu, mengonsumsi obat ini terlalu sering dapat menimbulkan efek samping tertentu.

Efek samping obat Antimo tidak selalu muncul setiap kali Anda mengonsumsi obat ini. Namun, efek samping tersebut cenderung baru akan muncul jika obat dikonsumsi secara berlebihan atau ketika Anda memiliki penyakit lain bawaan. Apa saja efek samping obat Antimo yang perlu Anda tahu? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Efek samping obat Antimo

  • Memicu depresi sistem saraf pusat. Kondisi ini akan ditandai dengan rasa mengantuk, lesu, merasa pusing, atau adanya gangguan koordinasi (umumnya terjadi pada anak-anak).
  • Menimbulkan efek antimuskarinik, seperti mulut kering.
  • Mengalami gangguan psikomotor, seperti gangguan gerakan badan.
  • Mengalami kesulitan buang air kecil.
  • Mengalami gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, atau nyeri epigastrik.
  • Memicu cardiac arrhythmia atau palpitasi. Kondisi ketika jantung berdebar dan berdetak lebih cepat dari biasanya.

Penting bagi Anda untuk membaca dengan teliti dan mengikuti aturan pakai obat yang tertera pada bungkus obat Antimo. Ada pun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat Antimo, antara lain:

  • Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter jika terdapat kondisi khusus, seperti gangguan hati, hipokalemia, hipersensitif terhadap antihistamin, kesulitan buang air kecil, dan glaukoma.
  • Obat Antimo tidak boleh diberikan kepada bayi, bayi yang baru lahir, maupun bayi yang lahir secara prematur.
  • Obat Antimo tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan dengan alkohol, barbiturat, analgesik, opioid, hipnotik, dan antipsikotik

Obat Antimo memiliki efek antiemetik yang berarti ia bekerja sebagai obat pereda mual dan muntah. Efek tersebut dapat mengganggu diagnosis terhadap kondisi usus buntu dan juga dapat menutupi gejala keracunan yang disebabkan oleh overdosis obat lain. Tidak hanya itu, obat Antimo juga dapat menutupi gejala kerusakan yang disebabkan oleh obat jenis ototoksik, seperti antibiotika aminoglikosida.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*